Jepang Pastikan Pawai Obor Olimpiade 2020 Aman Dari Ancaman Radiasi
Cincin Olimpiade raksasa dipasang di area tepi laut, dengan Rainbow Bridge (Jembatan Pelangi) sebagai latar belakang, menjelang upacara peresmian Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020 di Odaiba Marine Park, Tokyo, Jepang, Jumat (17/1). photo/REUTERS/Issei Kato
Sport

Jepang Pastikan Pawai Obor Olimpiade 2020 Aman Dari Ancaman Radiasi

Selasa, 21 Januari 2020 22:11 WIB 21 Januari 2020, 22:11 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah Prefektur Fukushima, Jepang, memastikan pada Selasa (21/1), jika para partisipan dan penonton pawai obor Olimpiade 2020 tak perlu khawatir dengan ancaman paparan radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir yang terdampak tsunami 2011 di wilayah itu.

Pawai obor Olimpiade 2020 Jepang akan dimulai pada 26 Maret di J-Village, pusat latihan sepak bola di Fukushima, yang menjadi garda terdepan dan basis bagi para pekerja yang mengatasi krisis nuklir 2011.

Dari 24.000 titik yang dimonitor sepanjang jalur pawai di Fukushima, di Desa Iitate, terletak 240km Timur Laut Tokyo, menunjukkan angka radiasi tertinggi yaitu 0,77 microsieverts per jam, demikian data per Desember dari pemerintah setempat.

Empat jam berdiam diri di lokasi tersebut maka paparan radiasinya akan menjadi 3,08 microsieverts atau 0,003 milisieverts, jauh di bawah target dari pemerintah setempat untuk menjaga eksposur tahunan publik dampak bencana nuklir di bawah 1 milisieverts.

Sebagai perbandingan, penumpang pesawat terpapar radiasi 0,1 hingga 0,2 milisieverts dalam perjalanan dari Tokyo menuju New York.

"Ini tak akan menjadi masalah dalam menggelar pawai obor," demikian pernyataan Prefektur Fukushima seperti dikutip Reuters.

Tingkat radiasi di Desa Iitate adalah sekitar 20 kali lebih tinggi dari pusat kota Tokyo, yang tercatat sebesar 0,037 microsieverts per jam pada Selasa, demikian laporan Otoritas Regulasi Nuklir Jepang.

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Kana
Kana

Kana

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU