The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Gregoria Mariska Antiklimaks di Final Australia Open 2022, Pelatih: Energinya Sudah Habis
Gregoria Mariska Tunjung menjadi runner-up Australia Open 2022 (PBSI)
Sport

Gregoria Mariska Antiklimaks di Final Australia Open 2022, Pelatih: Energinya Sudah Habis

Senin, 21 November 2022 06:05 WIB 21 November 2022, 06:05 WIB

INDOZONE.ID - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, harus puas menjadi runner-up dalam gelaran Australia Open 2022. Di partai puncak, Gregoria takluk dari wakil Korea Selatan, An Se-young, dengan skor 17-21 dan 9-21.

Kekalahan ini sebetulnya cukup disayangkan dan bisa dibilang antiklimaks. Pasalnya, sepanjang berlangsungnya Australia Open 2022, Gregoria benar-benar tampil impresif.

Menanggapi kekalahan di final ini, Pelatih Tunggal Putri Indonesia, Herli Djaenudin, menyebut kalau energi Gregoria memang sudah habis lantaran pada babak-babak sebelumnya bermain maksimal.

"Hari ini Gregoria memang (energinya) sudah habis. Rasa capeknya belum pulih. Tidak bisa mengikuti kecepatan lawan. Di gim pertama masih bisa (mengimbangi), tapi gim kedua sudah habis. Maka dia banyak melakukan kesalahan sendiri," ujar Herli dalam keterangan tertulis PBSI.

Gregoria Mariska Tunjung
Gregoria Mariska Tunjung menjadi runner-up Australia Open 2022 (PBSI)

Sebelumnya, Gregoria juga habis tampil dalam rangkaian tur Eropa. Istirahat yang singkat membuat Gregoria tak bisa sepenuhnya kembali dalam kondisi prima.

Baca Juga: Gregoria Mariska Jadi Cadangan Pertama, Bakal Main di BWF World Tour Finals 2022 jika…

"Gregoria belum pulih benar dari jetlag dari tur Eropa. Kondisinya memang sudah habis. Gerakan kakinya lambat bisa mengejar shuttlecock. Tetap harus tetap bersyukur dengan hasil ini," tutur Herli.

Gregoria juga mengatakan sudah sangat kelelahan pada dua pertandingan sebelumnya. Meski kalah namun dia tetap senang dengan pencapaian dia di Australia.

Baca Juga: 5 Turnamen Bulu Tangkis 2022 dengan Hadiah Terbesar, Nomor 1 Sentuh Rp23,4 Miliar!

"Dua pertandingan sebelumnya, saya akui benar-benar sangat melelahkan dan di final saya tidak bisa keluar dari tekanan," ujar Gregoria Mariska Tunjung.

"Itu karena pengembalian dan kualitas lawan sangat bagus. Saat ada kesempatan mengambil poin, saya malah tidak sabar dan malah mati sendiri," tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US