The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

IOC Investigasi Selebrasi Kontroversial Raven Saunders di Olimpiade
Raven Saunders lakukan selebrasi kontroversial di Olimpiade (REUTERS/Hannah Mckay)
Sport

IOC Investigasi Selebrasi Kontroversial Raven Saunders di Olimpiade

Selebrasi Saunders di Olimpiade Dinilai Punya Makna Terselubung

Senin, 02 Agustus 2021 14:32 WIB 02 Agustus 2021, 14:32 WIB

INDOZONE.ID - Komite Olimpiade Internasional (IOC) sedang menyelidiki sikap yang dilakukan atlet AS Raven Saunders ketika peraih medali perak tolak peluru di Olimpiade Tokyo 2020. Pada saat itu, Saunders mengangkat tangannya dalam tanda X di atas kepalanya saat di podium, yang dinilai berpotensi melanggar aturan.

Mengutip Reuters, Juru bicara IOC Mark Adams mengatakan telah menjalin kontak dengan World Athletics, badan pengatur internasional untuk olahraga tersebut, dan Komite Olimpiade dan Paralimpiade Amerika Serikat.

IOC bulan lalu melonggarkan aturan Rule 50, yang melarang atlet melakukan protes. Namun, kini memungkinkan mereka untuk membuat gerakan di lapangan, asalkan mereka melakukannya tanpa mengganggu jalannya pertandingan dan tetap menghormati sesama kompetitor.

Namun, ancaman sanksi tetap ada jika ada protes yang dilakukan di podium saat upacara penyerahan medali. Saunders membuat gerakan di podium setelah mengambil medali Olimpiade perdananya, Minggu.

"Biarkan mereka mencoba dan mengambil medali ini. Saya berlari melintasi perbatasan meskipun saya tidak bisa berenang," kata Saunders dalam unggahan media sosial Twitter-nya Minggu malam.

Isyaratnya tersebut untuk mendukung mereka yang tertindas, yang dia tunjukkan dengan mencuitkan ulang artikel di mana dia menjelaskan arti dari tanda X tersebut.

"Ini persimpangan di mana semua orang yang tertindas bertemu," kata Saunders seperti dikutip dalam artikel tersebut.

Setelah meraih medali, Minggu pagi, Saunders berharap dapat terus menginspirasi dan memotivasi komunitas LGBTQ, Afrika Amerika, orang kulit hitam di seluruh dunia, dan mereka yang berjuang dengan kesehatan mental.

Dia sebelumnya berbicara soal kesehatan mental yang dialaminya, juga mengungkapkan bahwa dia menderita serangan depresi.

Olimpiade Tokyo menjadi saksi dari sejumlah protes, termasuk kapten tim hoki putri Jerman yang mengenakan ban lengan dalam warna pelangi dalam solidaritas dengan komunitas LGBTQ selama pertandingan tim.

Tim sepak bola putri Australia membentangkan bendera Aborigin, yang merupakan penduduk asli Australia, sebelum pertandingan pembukaan mereka, dan beberapa tim putri lainnya berlutut sebagai tanda menentang ketidaksetaraan rasial.

Pesenam Kosta Rika Luciana Alvarado mengangkat kepalan tangan sambil berlutut saat pertandingan, untuk mendukung kesetaraan ras.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US