The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Diwarnai Kontroversi, Sprinter Justin Gatlin Pensiun dari Dunia Atletik
Sprinter Justin Gatlin Pensiun dari Dunia Atletik. (Instagram/Justin Gatlin).
Sport

Diwarnai Kontroversi, Sprinter Justin Gatlin Pensiun dari Dunia Atletik

Sabtu, 12 Februari 2022 08:42 WIB 12 Februari 2022, 08:42 WIB

INDOZONE.ID - Bintang sprinter Amerika Serikat (AS) Justin Gatlin pensiun dari dunia atletik, Jumat, (11/2). Dia mengakhiri kariernya yang diwarnai kontroversi doping, termasuk saat meraih medali emas Olimpiade dan beberapa gelar dunia.

Veteran berusia 40 tahun, yang memenangi emas nomor 100m di Olimpiade Athena 2004, mengonfirmasi keputusan pensiunnya dalam sebuah unggahan di Instagram berjudul Dear Track.

“Saya selalu menyukai lintasan lari. Dia memberikan saya air mata kesedihan dan kegembiraan, pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan,” tulis Gatlin, seperti yang dikutip indozone dari Antara, Sabtu (12/2/2022).

“Obor telah padam, tapi cinta tak akan akan pernah pudar. Bersedia, siap… Hilang!”

Pensiunnya sprinter AS itu sudah lama diharapkan. Dia telah berusaha lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo tahun lalu, tetapi gagal setelah mengalami cedera hamstring pada uji coba AS di Eugene.

Dalam kariernya, ia pernah mengawinkan gelar nomor 100m dan 200m di Kejuaraan Dunia di Helsinki pada 2005, memenangi emas 100m di London, dan mencetak kemenangan langka atas ikon Jamaika Usain Bolt.

Sprinter Justin Gatlin Pensiun dari Dunia Atletik. (Instagram/Justin Gatlin).
Sprinter Justin Gatlin Pensiun dari Dunia Atletik. (Instagram/Justin Gatlin).

Selain itu, dia juga merupakan bagian dari tim estafet 4x100m yang meraih emas untuk AS pada Kejuaraan Dunia Doha 2019.

Namun karier Gatlin sempat tersandung skandal, dan sempat dua kali mendapat skors karena pelanggaran doping.

Pelanggaran doping pertamanya muncul pada 2001 ketika dia ditemukan positif menggunakan Adderall, zat yang mengandung amfetamin. Gatlin telah menggunakan obat tersebut sejak kecil untuk mengobati gangguan pemusatan perhatian.

Baca Juga: Kocak! Aleix Espargaro Parodikan 'The Power of Emak-emak', Bonceng 3 Versi MotoGP

Namun panel arbitrase AS yang menangani kasus tersebut memutuskan bahwa Gatlin bukan seorang pengguna doping.

Pelanggaran doping kedua terjadi pada 2006 ketika ditemukan kadar testosteran yang berlebihan dalam tubuhnya. Saat itu, Gatlin menyalahkan hasil sabotase oleh terapisnya.

Ia pun dilarang bertanding selama delapan tahun sebelum dikurangi menjadi empat tahun hukuman seusai menang banding.

Kontroversi tersebut terus membayangi sepanjang sisa kariernya, termasuk setelah kemenangan Gatlin atas Usain Bolt di Kejuaraan Dunia Atletik di London pada 2017. Upacara penyerahan medali menampilkan adegan yang tak biasa ketika atlet AS tersebut justru mendapat cemoohan penonton yang hanya memuji meneriakkan nama Bolt.

“Itu menyakitkan karena saya berada di sana bukan untuk diri saya sendiri,” ucap Gatlin menanggapi cemoohan itu.

“Saya di atas sana untuk negara saya. Saya di sana untuk penggemar saya. Saya tidak melakukannya untuk diri saya sendiri.”

Presiden Atletik Dunia Sebastian Coe juga menjadi salah satu yang tak bisa menyembunyikan rasa ketidaksukaan atas kemenangan Gatlin di London. Dia mengatakan bahwa dia 

“tidak memuji seseorang yang telah menjalani dua kali larangan bertanding dalam olahraga kami, tetapi masih bisa berjalan memenangi salah satu hadiah terbesar dari olahraga kami.”

Namun Gatlin bersikeras bahwa dia telah berupaya memperbaiki kesalahan di masa lalu dan pantas mendapat kesempatan untuk menebusnya.

“Saya minta maaf atas kesalahan apa pun yang saya lakukan di olahraga ini. Saya mencintai olahraga… saya telah bekerja keras untuk memperbaiki kesalahan saya,” katanya pada 2017, demikian AFP.


Artikel Menarik Lainnya:

Aqmarul Akhyar

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US