The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Erick Thohir Gak Ingin Sepak Bola Dicampur Aduk dengan Politik
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Dok. BUMN)
Soccer

Erick Thohir Gak Ingin Sepak Bola Dicampur Aduk dengan Politik

Sabtu, 28 Januari 2023 15:35 WIB 28 Januari 2023, 15:35 WIB

INDOZONE.ID - Menteri BUMN Erick Thohir meminta semua pihak untuk tidak mencampuradukkan antara sepak bola dan politik. Hal itu ditegaskan Erick menjawab pertanyaan tentang pencalonan dirinya sebagai calon ketua umum PSSI dan kemungkinan keikutsertaannya dalam kontestasi politik Pilpres 2024 mengingat namanya dijagokan sejumlah survei dalam tiga besar calon wakil presiden potensial untuk Pilpres 2024.

"Saya selalu bilang, jangan campur adukkan antara politik dan sepak bola. Kita harus benar-benar pisahkan. Yang itu memang, bagian dari politik yang sedang berjalan. Kalau ini (PSSI) tidak ada hubungan dengan politik. Ini bagian yang harus kita benahi sama-sama," kata Erick Thohir dalam sebuah wawancara bersama  Prabu Revolusi, Jumat malam (20/1/2023).

Erick membantah dirinya diminta oleh Presiden Joko Widodo untuk maju sebagai calon Ketua Umum PSSI. Namun, Menteri BUMN itu membenarkan dirinya meminta izin kepada kepada presiden saat hendak mencalonkan diri.

Ketika dirinya menghadap Presiden Jokowi, Erick mengatakan meminta pertimbangan dari presiden bagaiman jika dirinya maju untuk membenahi sepak bola tanah air.

"Respon beliau, bagus, ini sudah saatnya bagaimana PSSI dan pemerintah sama-sama bangun sepak bola Indonesia. Silahkan saja," kata Erick.

Dukungan dari pemerintah, kata Erick, mutlak dibutuhkan untuk bersama-sama membangun iklim sepakbola yang sehat dan bersih.

Erick mencontohkan, bagaimana Jepang membuat peta jalan (roadmap) sepak bolanya pada tahun 1991. Tak tanggung-tanggung, peta jalan itu dibuat untuk jangka waktu 100 tahun. Itu artinya, siapa pun presiden atau ketua organisasi sepak bolanya, peta jalan itu tetap dijadikan panduan bersama.

Hasilnya, kata Erick, Jepang berhasil masuk ke ajang bergengsi Piala Dunia, termasuk Piala Dunia 2022 yang baru lalu. Erick bilang, orang kadang-kadang lupa dirinya sudah sangat lama bergelut di dunia olahraga.

Di basket saja, kata Erick, dirinya sudah menangani klub Satria Muda sejak 1998-1999. Lalu, dia juga pernah diminta untuk memperbaiki Persija zaman Sutiyoso tahun 2022 sampai 2004. Hasilnya, Persija menjadi juara liga saat itu.

Tak hanya itu, Erick juga diminta oleh Umuh Muchtar dan Glenn Sugita untuk membantu Persib Bandung menjadi lebih baik.

Rekam jejak itu, kata Erick, bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan lagi. Bahkan, Erick mengingatkan, dirinya juga pernah dipercaya untuk menjadi Ketua Panitia Asian Games.

Baca Juga: Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Training Center Udara Panas dan Dingin

"Dunia olahraga itu ya dunia kita banget, lah. Jangan sampai sepak bola yang sangat bagus ini, harapan masyarakat, dicampuradukkan dengan politik. Kita harus posisikan itu," tegas Erick.

"Sepak bola, dunia olahraga ini kan benar-benar jiwa kita, jiwa saya juga. Jadi jangan pernah dicampur-campur. Karena kenapa, kalau dicampur-campur nanti rusak," tambahnya.

Namun begitu, Erick menegaskan tetap dibutuhkan dukungan politik yakni dukungan pemerintah.

"Tidak ada yang namanya persepakbolaan itu di sebuah negara sukses karena kerja sendiri-sendiri. Semua adalah kerja tim dengan dukungan pemerintahnya," kata Erick.

Karena itu, Erick yakin dengan peran semua pihak seperti suporter, pemerintah, pemilik klub, hingga pemilik media, sepak bola Indonesia yang sedang berada di titik terendahnya dapat dibenahi kembali.

Bersih-bersih dan Aturan Main

Membangun sepak bola nasional yang baik, kata Erick tidak bisa menjadi target individu, melainkan harus dijadikan target bersama. Itu sebabnya, ketika mendaftar sebagai calon ketua umum PSSI Erick mengatakan sudah banyak teori dan konsep tentang, namun perlu nyali untuk membenahi sepakbola Indonesia supaya bersih dan berprestasi.

"Kenapa, karena nanti pasti banyak keputusan yang akan menimbulkan kontroversi. Soal pemain, wasit, pelatih timnas, pasti akan ada kontroversi. Karena itu perlu nyali untuk mengambil keputusan yang baik. Bukan untuk diri sendiri, tetapi karena sepak bola ini adalah harapan dan jiwanya masyarakat," kata Erick.

Baca Juga: Program Erick Thohir jika Jadi Ketum PSSI, Hadirkan VAR di Liga 1

Karena itu, jika terpilih memimpin PSSI, Erick akan memulainya dengan membongkar tatanan yang sudah ada dan dibangun ulang dengan membuat pondasi baru berupa aturan main baru yang harus ditegakkan oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya.

"Harus dibongkar, dibangun ulang. Ayo, kita tata bersama dengan role of the game baru," kata mantan Presiden Inter Milan itu.

Erick mencontohkan, hal yang akan diatur dalam aturan baru itu  bagaimana nanti Indonesia mempunyai liga yang baik. Jangan sampai ikhitiar dan kemauan memperbaiki ini diporakporandakan oleh kepentingan individu.

Aturan baru itu, kata Erick, juga dibutuhkan untuk menghindari konflik kepentingan, seperti yang dilakukannya saat melakukan aksi bersih-bersih di BUMN.

Ditanya siapa yang mau dilawan pakai nyali, Erick mengatakan yang perlu dilawan adalah sistem, bukan individu. Erick menyadari nantinya keputusannya tidak akan bisa menyenangkan semua pihak. Namun hal itu harus dihadapi jika ingin sepak bola Indonesia berprestasi.

"Sudah terlalu lama masyarakat berharap sepak bola yang mereka persepsikan baik. Yang pertama itu bagaimana sepak bola yang bersih dan kita kembali bikin indah," ujarnya.

Karena itu, Erick ingin semua pihak yang terlibat nantinya menggunakan hati untuk membenahi sepak bola.

"Pemilihan ini bukan siapa dan kenapa, tapi hatinya memang sama punya visi sepakbola seperti ini. Pakai hati, kalau tidak pakai hati, jangan, percuma saya bilang," tegas Erick.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US