The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Sosok Ralf Rangnick, Pelatih Interim MU Sang 'Profesor' Sepak Bola Jerman
Ralf Rangnick, pelatih sementara baru Manchester United (Instagram/@ralfrangnickstiftung)
Soccer

Mengenal Sosok Ralf Rangnick, Pelatih Interim MU Sang 'Profesor' Sepak Bola Jerman

Gantikan Solskjaer sampai akhir musim.

Jumat, 26 November 2021 13:05 WIB 26 November 2021, 13:05 WIB

INDOZONE.ID - Manchester United dilaporkan telah menyetujui kontrak 6 bulan dengan manajer asal Jerman, Ralf Rangnick untuk menjadi pelatih interim (sementara) baru klub hingga akhir musim.

Kesepakatan itu akan berjalan hingga akhir Mei 2022, tetapi Rangnick kemudian bisa tetap dalam peran konsultasi selama 2 tahun di Old Trafford.

Sebelum menerima pinangan dari Setan Merah, Rangnick menjabat sebagai kepala olahraga dan pengembangan klub Rusia, Lokomotiv Moscow.

Pria berusia 63 tahun itu didapuk sebagai pelatih menyusul pemecatan dari Ole Gunnar Solskjaer pada hari Minggu (21/11/2021) lalu setelah MU menelan kekalahan memalukan 1-4  di kandang Watford, Sabtu (20/11/2021) yang membuat mereka kini bertengger di posisi 8 klasemen sementara Liga Premier Inggris.

Lantas, siapakah sosok Rangnick? Yuk simak ulasannya berikut ini yang dihimpun dari berbagai sumber.

Siapa Ralf Rangnick?

Selain dikenal sebagai manajer sepak bola,  Rangnick baru-baru ini bekerja sebagai kepala olahraga dan pengembangan di klub Liga Utama Rusia, FC Lokomotiv Moscow.

Pria berusia 63 tahun itu memiliki karir bermain sepak bola yang lancar tapi singkat di divisi bawah Jerman sebelum masuk ke karir manajerial saat berusia 25 tahun pada 1983.

Sejak itu, ia mengelola 12 tim berbeda termasuk Stuttgart (1999-2001), Hannover (2001-2004), Schalke (2004-2005, 2011), Hoffenheim (2006-2011) dan RB Leipzig (2015-16, 2018-19).

Rangnick juga sukses sebagai direktur sepak bola setelah mengambil peran untuk manajemen Red Bull Salzburg dan RB Leipzig mulai 2012 dan seterusnya.

Selama di Leipzig sebagai Direktur Sepak Bola, ia mengawasi kebangkitan klub dari divisi keempat Jerman hingga promosi ke Bundesliga.

Apa saja pencapaiannya?

Rangnick memang belum memiliki karir manajerial yang paling menonjol, tetapi, bagaimanapun, ia pernah memenangkan 7 trofi dan punya 3 medali runner-up selama di sepak bola Jerman.

Baca Juga: Hansi Flick Harap Para Pemain Timnas Jerman Bersedia Divaksin

Dia membawa klub divisi keempat Jerman, Ulm ke Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka pada awal abad ini, setelah awalnya memenangkan Regionalliga Süd, sebelumnya divisi keempat pada 1997–98.

Gelar Bundesliga U-19 (1990–91) dan Piala Intertoto UEFA (2000) juga dimenangkannya di Stuttgart, sebelum memperoleh 2 gelar Bundesliga pada 2001–02 bersama Hannover.

Periode paling sukses dan impresifnya sebagai manajer sejauh ini adalah di Schalke, di mana ia meraih 3 trofi di klub dalam 2 periode berbeda.

Setelah finis sebagai runner-up di Bundesliga dan DFB-Pokal pada 2004-05, bersama dengan memenangkan DFL-Ligapokal 2005, Rangnick kembali pada 2011 untuk memenangkan DFB-Pokal dan DFL-Supercup dalam era kepelatihan keduanya di klub.

Dia juga finis sebagai runner-up DFB-Pokal pada tahun 2019 bersama RB Leipzig, saat harus mengambil alih kendali manajerial di klub selama mereka naik ke puncak Bundesliga dan Liga Champions.

Apa yang bisa Rangnick bawa ke Manchester United?

Rangnick sendiri dianggap sebagai profesor sepak bola Jerman berkat revolusi yang ia lakukan bahkan dijuluki 'The Professor' berkat sikap akademisnya.

Di era sepak bola modern, ia mengusung permainan yang dikenal sebagai Gegenpress. Gegenpressing atau dikenal sebagai 'counter-pressing' di Jerman adalah strategi dimana pemain diajarkan untuk mengambil bola segera setelah mereka kehilangannya, daripada mengadopsi taktik lain seperti menyusun kembali dan membentuk kembali tanpa bola.

Kemudian, Rangnick juga menyukai konsep vertikalitas di mana para pemain melakukan transisi dari bertahan ke menyerang serta wajib mencetak gol dalam waktu 10 detik.

Ketika membangun serangan, tim Rangnick memainkan umpan vertical (ke depan) atau ke samping dan dia tidak menyukai umpan ke belakang.

Selain itu, Rangnick juga punya andil dalam kesuksesan pelatih-pelatih muda seperti Thomas Tuchel, Julian Nagelsmann, Ralph Hasenhüttl, hingga Jürgen Klopp.

Klopp telah menjadi salah satu manajer paling sukses yang menggunakan metode Rangnick, seperti yang ditunjukkannya bersama Borussia Dortmund sebelumnya dan Liverpool saat ini yang telah memenangkan Liga Premier dan Liga Champions dalam beberapa musim terakhir.

Rangnick diharapkan dapat melakukan pendekatan yang sama dengan United saat ia mencari strategi dan rencana permainan baru untuk mengembalikan performa terbaik tim secepat mungkin sebelum akhir musim.

Menariknya lagi, Rangnick dikenal mempunyai filosofi yang unik yakni 'Tiga Ks' (Kapital, Konzept dan Kompetenz (uang, konsep dan kompetensi).

“Jika ketiga hal itu disatukan, maka Anda bisa sukses. Jika Anda hanya memiliki 1 atau 2, itu lebih sulit,” kata Rangnick.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Laila Rahmi Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US