The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kronologi Maut Kanjuruhan Versi Netizen: Penonton Ricuh Hingga Ditembak Gas Air Mata
Suasana kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Soccer

Kronologi Maut Kanjuruhan Versi Netizen: Penonton Ricuh Hingga Ditembak Gas Air Mata

Minggu, 02 Oktober 2022 08:31 WIB 02 Oktober 2022, 08:31 WIB

INDOZONE.ID - Insiden kerusuhan maut di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Salah satu penonton membagikan kronologi insiden tersebut versinya melalui akun Twitter.

Dari akun Twitter @Rezqiwahyu_05, dibeberkan kronologi sebelum peristiwa ini terjadi. Dia membeberkan, awal mula supporter tetap tertib hingga terjadi kerusuhan.

"Disini saya akan coba menceritakan kronologi yang terjadi di Kanjuruhan. Dari awal saya masuk kondisi pemain sedang pemanasan. Semua berjalan aman dan tertib hingga kick off pukul 20.00 WIB," tulis akun @Rezqiwahyu_05 dalam twit Twitternya seperti dilihat Indozone pada Minggu (2/9/2022).

Baca Juga: Istri Susul STY ke Indonesia, Netizen: Gara-gara Kebanyakan Like Foto Luna Maya Nih!

Saat pertandingan dimulai, dia menyebut situasi masih kondusif dan tidak ada kericuhan apapun. Babak pertama usai, kericuhan mulai terjadi di tribun dan bisa diamankan pihak berwajib.

Memasuki babak akhir dan kekalahan untum Arema, situasi di Stadion semakin memanas. Dia menyebut supporter mulai nekat masuk ke dalam area lapangan.

"Pelatih Arema dan manajer tim mendekati tribun timur dan menunjukkan gestur minta maaf ke supporter. Di sisi lain ada satu orang supporter yang dari sisi tribun selatan nekat masuk," bebernya.

Baca Juga: Makan Korban! Pria Ini Tiru Selebrasi Cristiano Ronaldo, Berujung ke Rumah Sakit

Dari sini lah, supporter lain mengikuti dan masuk ke dalam lapangan. Polisi sendiri disebutnya bertindak anarkis hingga melepas gas air mata.

"Pihak aparat melakukan berbagai upaya untuk memukul mundur para supporter yang menurut saya perlakuannya sangat kejam dan sadis, dipentung dengan tongkat panjang, satu suporter di keroyok aparat, dihantam tameng dan banyak tindakan lainnya," katanya.

"Saat aparat memukul mundur suporter disisi selatan, suporter di sisi utara menyerang ke arah aparat. Karena semakin banyak suporter yang masuk ke lapangan dan kondisi tidak kondusif aparat menembakkan beberapa kali gas air mata ke arah supporter yang masuk ke lapangan," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US