The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

UEFA Dianggap Homofobia, Komunitas LGBT Kirim Surat Protes
Kiper Timnas Jerman, Manuel Neuer memberikan dukungan untuk komunitas LGBT+ (Pool via REUTERS/Matthias Schrader)
Soccer

UEFA Dianggap Homofobia, Komunitas LGBT Kirim Surat Protes

Larang penggunaan simbol pelangi.

Rabu, 23 Juni 2021 17:02 WIB 23 Juni 2021, 17:02 WIB

INDOZONE.ID - Kelompok LGBT+ telah menulis surat kepada presiden UEFA Aleksander Ceferin yang mengkritik kelambanan tindakan atas potensi insiden diskriminatif selama dua pertandingan pertama Hungaria di Euro 2020

Sebelumnya UEFA telah melarang Stadion Allianz Arena di Munchen untuk diterangi dengan warna pelangi saat laga Jerman vs Hungaria Kamis (24/6/2021) dinihari esok.

Dilansir dari Sky Sport, surat itu diorganisir oleh kampanye Football v Homophobia dan termasuk Pride in Football (organisasi payung Inggris untuk kelompok pendukung LGBT+), EGLSF (Federasi Olahraga Gay & Lesbian Eropa) yang berbasis di Belanda, serta Asosiasi Pekerjaan Sipil di Hongaria.

Baca Juga: UEFA Disebut Menentang Rencana Jerman Hiasi Allianz Arena dengan Lampu Pelangi Pro LGBT

Surat itu berbunyi: "Tuan Ceferin yang terhormat, Presiden UEFA. Kami adalah kelompok independen dari kelompok komunitas LGBTIQ yang peduli dengan memerangi homofobia dalam sepak bola, menggunakan sepak bola dan olahraga lainnya sebagai alat untuk mengatasi diskriminasi, dan bekerja dengan kelompok LGBTIQ untuk mengatasi pengucilan komunitas kami di seluruh Eropa.

"Kami menulis kepada Anda sebagai kepala UEFA tentang kekhawatiran umum kami tentang munculnya homofobia dalam sepak bola di banyak negara dalam yurisdiksi UEFA dalam beberapa tahun terakhir dan juga tentang turnamen Euro 2020.

"Kami telah dikejutkan oleh contoh-contoh homofobia selama Euro 2020 dengan spanduk dan nyanyian di beberapa stadion. Terutama kami prihatin dengan cara pendukung Hungaria menggunakan kerangka legislatif pemerintah mereka untuk menyanyikan lagu dan menaikkan spanduk yang mengejek dan mengingkari hak komunitas LGBTIQ untuk eksis.

"Saya yakin Anda akan setuju bahwa hak asasi manusia kelompok minoritas harus dihormati dalam masyarakat sipil, dan setiap contoh hak-hak yang ditentang dalam arena publik yang populer, seperti pertandingan sepak bola, harus ditindaklanjuti.

Surat yang dikirimkan komunitas LGBT+ itu juga menyinggung keputusan UEFA yang melarang Allianz Arena diterangi dengan warna pelangi yang diketahui secara luas sebagai simbol komunitas LGBT+. 

Badan Sepakbola Eropa itu juga sebelumnya sempat menyelidiki penggunaan ban lengan berwarna pelangi yang dikenakan Kiper Timnas Jerman, Manuel Neuer. 

Namun investigasi itu dibatalkan dengan alasan bahwa gerakan itu "dinilai sebagai simbol tim untuk keragaman dan dengan demikian untuk 'tujuan baik'" dan karena itu tidak melanggar aturan UEFA seputar protes politik.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US