The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mbappe Batal Gabung Real Madrid, Presiden La Liga Yakin PSG Telah Curangi Aturan FFP
Kylian Mbappe putuskan bertahan di PSG hingga 2025. (REUTERS/Christian Hartmann)
Soccer

Mbappe Batal Gabung Real Madrid, Presiden La Liga Yakin PSG Telah Curangi Aturan FFP

Disebut ada keganjilan.

Rabu, 01 Juni 2022 12:29 WIB 01 Juni 2022, 12:29 WIB

INDOZONE.ID - Presiden La Liga Spanyol Javier Tebas nampaknya masih merasa kecewa melihat kegagalan Real Madrid dalam upaya mereka merekrut Kylian Mbappe, pada jendela transfer musim panas 2021.

Ya, Mbappe memang sempat kencang dikait-kaitkan dengan Madrid beberapa waktu lalu. Bahkan banyak yang percaya bahwa Mbappe memang benar-benar bakal bergabung dengan klub berjuluk Los Blancos tersebut di bursa transfer musim panas 2022.

Akan tetapi di masa-masa krusial Mbappe justru mengubah keputusannya. Ya, pemain andalan tim nasional (Timnas) Prancis itu justru memutuskan untuk tetap membela PSG, setidaknya untuk tiga tahun ke depan.

Keberhasilan PSG mempertahankan Mbappe dikomentari Tebas dengan sinis. Dia percaya bahwa manajemen PSG telah mencurangi aturan Financial Fair Play (FFP) dalam kontrak baru Mbappe tersebut.

Baca Juga: Pamit Tinggalkan Real Madrid, Isco Malah Sempat-sempatnya Sindir Mbappe

"PSG mengalami kerugian dan beban gaji yang lebih besar dari Real Madrid atau Barcelona, tapi mereka membarui kontrak Mbappe dengan jumlah yang begitu besar," jelas Tebas, seperti disadur dari Goal, Rabu (1/6/2022).

Tebas bahkan menuduh Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi melakukan pendekatan ilegal kepada UEFa, agar klub berjuluk Les Parisiens tersebut terbebas dari sanksi pelanggaran aturan FFP.

"Mustahil tak ada kecurangan atau permainan sponsor atau kontribusi modal di tingkat yang lebih tinggi dari ketetapan UEFA. Bisakah presiden PSG melakukan apa yang dia inginkan karena UEFA bergantung secara finansial kepadanya? Seharusnya tidak," lanjutnya.

"Kami akan mengajukan komplain terhadap PSG ke UEFA dalam satu atau dua hari. La Liga takkan membiarkan klub merusak sepak bola Eropa. Komplain ini dalam bentuk tertulis, bukan hanya sikap, kami memberikan data ekonomi yang objektif," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US