Pemkot Solo Butuh Rp80 Miliar Untuk Stadion Manahan
Pekerja melakukan perawatan rumput Stadion Manahan di Solo, Jawa Tengah, Senin (16/12/2019). Stadion Manahan Solo yang memiliki fasilitas standard FIFA tersebut disiapkan PSSI sebagai salah satu stadion dari 10 stadion yang akan digunakan untuk venue Pial
Soccer

Pemkot Solo Butuh Rp80 Miliar Untuk Stadion Manahan

Sabtu, 25 Januari 2020 11:59 WIB 25 Januari 2020, 11:59 WIB

INDOZONE.ID - Stadion Manahan, Solo menjadi salah satu stadion yang akan digunakan di Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Untuk itu, Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo mengatakan butuh Rp80 miliar untuk menyiapkan fasilitas stadion.

"Total kebutuhan Rp 80 miliar. Sudah kita ajukan untuk melengkapi sarana pendukung," kata Rudy di rumah dinas Loji Gandrung, Sabtu (25/1/2020).

Dana tersebut akan dipakai untuk melakukan renovasi lapangan pendamping yang bakal dipakai latihan oleh negara peserta Piala Dunia U-20. Sejauh ini ada lima titik yang ditetapkan sebagai lapangan pendamping.

"Ada lima, Stadion Sriwedari, lapangan Kottabarat, lapangan Banyuanyar, lapangan Sriwaru dan lapangan Karangasem. Semuanya di dalam Kota Solo," ujar dia.

Di samping itu, Kadis Pemuda dan Olahraga, Joni Hari Sumantri memperkirakan revonasi untuk satu lapangan pendamping setidaknya butuh Rp5,5 miliar. Dana tersebut terbilang cukup besar dikarekana kelima lapangan pendamping itu belum berstandar internasional.

"Seperti Stadion Sriwedari dan lapangan Kottabarat itu ukurannya belum sesuai, kemungkinan akan menghilangkan lintasan lari. Kalau tiga lapangan lain masih jauh dari standar," ujar dia.

Selain masalah ukuran lapangan, FIFA juga mewajibkan kondisi lapangan pendamping harus sama dengan Stadion Manahan.

"Rumputnya harus sama jenisnya, bukan setara, tapi sama. Nanti tempat latihan ada pagar. Walaupun tertutup, masyarakat masih bisa melihat," kata dia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Victor Median
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU