The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengingat Kembali Dramatisnya Gol Tandang di Liga Champions sebelum Resmi Dihapus
Ilustrasi - Skuad Real Madrid latihan jelang babak 16 besar Liga Champions musim 2021/22. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)
Soccer

Mengingat Kembali Dramatisnya Gol Tandang di Liga Champions sebelum Resmi Dihapus

Selasa, 15 Februari 2022 15:35 WIB 15 Februari 2022, 15:35 WIB

INDOZONE.ID - Liga Champions identik dengan aturan gol tandang yang mendramatisasi babak sistem gugur. Namun, mulai musim 2021/2022 ini, UEFA resmi menghapus sistem gol tandang.

Sebelumnya, gol tandang menciptakan beberapa momen yang tak terlupakan. Gol tandang sering kali menjadi faktor penentu di fase gugur kompetisi kasta tertinggi benua biru ini di tahun-tahun sebelumnya.

Seperti drama imbang 1-1 Chelsea dengan Barcelona pada  2009 menunjukkan bagaimana aturan gol tandang bisa menghasilkan pertandingan yang mendebarkan.

Kala itu, Andres Iniesta mencetak gol sensasional di detik-detik terakhir semifinal Liga Champions yang membuat emosi semua orang di sekitar Stamford Bridge meluap-luap.

Fans tim tandang tiba-tiba bergembira sementara penggemar Chelsea hanya bisa terdiam saat tiket final lepas dari genggaman mereka dalam sekejap.

Barcelona sebenarnya hanya mengamankan hasil imbang 1-1 tetapi berkat aturan gol tandang, mereka melaju ke babak final.

Selain itu, klub London lainnya, Tottenham Hotspur juga mengalami hal serupa saat terlibat dalam drama penyamaan agregat di leg kedua berkat Lucas Moura.

Hat-trick pemain Brazil itu mengirim Spurs ke final Liga Champions pada musim 2019 setelah comeback sensasional 3-3 melawan Ajax.

Bagaimana aturan gol tandang?

Aturannya sendiri cukup sederhana, jika dua tim imbang secara agregat setelah bermain dua leg, maka tim dengan gol tandang terbanyak akan menjadi pemenangnya.

Baca Juga: Pochettino Akui Real Madrid Favorit Juara Liga Champions

Misalnya, jika Paris Saint Germain vs Real Madrid berakhir 1-1 di leg pertama, tetapi pertandingan kedua berakhir imbang 2-2, United akan diberi kemenangan agregat 3-3 karena mereka mencetak gol tandang paling banyak.

Kapan dan mengapa aturan gol tandang dihapus?

UEFA mengumumkan keputusan menghapus sistem gol tandang pada 24 Juni 2021. Bukan hanya Liga Champions, semua kompetisi klub UEFA seperti Liga Europa, Liga Konferensi Eropa, dan Liga Champions Wanita, juga tidak lagi menerapkan sistem gol tandang.

Sistem gol tandang mendapat sorotan musim lalu di mana beberapa pertandingan diadakan di tempat netral tanpa penonton karena pandemi Covid-19.

Sebagai gantinya, 2 periode perpanjangan waktu selama 15 menit akan dimainkan di akhir leg kedua, diikuti dengan adu penalti bila skor kedua tim masih imbang.

Selain itu, UEFA juga ingin menjadikan pertandingan lebih menarik.

Pasalnya, dengan adanya aturan gol tandang, tim-tim yang bertindak sebagai tuan tumah jadi ragu untuk menyerang karena bakal menjadi sebuah kerugian bila gawang mereka kebobolan.

Keputusan untuk menghapus aturan gol tandang diambil oleh Komite Eksekutif UEFA mengikuti rekomendasi dari Komite Kompetisi Klub dan Komite Sepak Bola Wanita.

Penghapusan gol tandang tidak hanya berlaku di fase sistem gugur. 

Dengan dihapusnya sistem tersebut, gol tandang juga tidak akan dipakai dalam menentukan peringkat di fase grup andai ada 2 atau lebih tim memiliki poin sama, melainkan, produktivitas gol lah yang akan menjadi penentunya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ristuyana
Laila Rahmi Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US