The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bantu Lawan Covid-19, Salah Sumbangkan Oksigen hingga Ambulans ke Kampung Halamannya
Mohammed Salah. (Photo/REUTERS/Peter Powell)
Soccer

Bantu Lawan Covid-19, Salah Sumbangkan Oksigen hingga Ambulans ke Kampung Halamannya

Rabu, 13 Januari 2021 19:31 WIB 13 Januari 2021, 19:31 WIB

INDOZONE.ID - Striker Liverpool Mohamed Salah dikabarkan telah menyumbangkan oksigen dan ambulans ke kampung halamannya di wilayah Gharbia, Mesir. 

Hal itu dilakukan Salah untuk membantu penduduk setempat merawat yang orang-orang yang terpapar Covid-19 saat negara berjuang melawan gelombang kedua Covid-19.

Pemain yang berusia 28 tahun tersebut juga dikabarkan positif Covid-19 pada November 2020 lalu. Meski begitu, bantuan yang dikirimkan Salah menjadi satu upaya untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 di kampung halamannya.

“Kami memiliki 14 tabung oksigen dari Mohamed Salah Charity Foundation. Ini membantu orang-orang di Desa Nagrig (kampung halaman Salah), serta orang-orang dari desa sekitarnya," kata Hassan Bakr, kepala badan amal, dilansir dari Mirror, Rabu (13/1/2021).

salah
Salah menyumbangkan oksigen untuk mendukung desa-desa Mesirnya melawan Covid-19. (Photo/REUTERS/Ahmed Fahmy)

Baca juga: Enggan Tinggalkan Bayern, Marc Roca Merasa Senang di Tim Walau Jarang Main

"Kami juga memiliki unit ambulans yang dibangun oleh Mohamed Salah, yang telah beroperasi sejak Juli 2020. Ini juga membantu kami selama virus corona, saat membawa pasien ke rumah sakit isolasi," tambah Bakr.

bantuan
Salah menyumbangkan oksigen untuk mendukung desa-desa Mesirnya melawan Covid-19. (Photo/REUTERS/Ahmed Fahmy)

Seperti yang diketahui, Salah juga membangun hubungan yang dalam dengan desa kecil dan miskin di tempat ia dibesarkan. Sekitar 130 km di utara Kairo, ia juga telah menyumbangkan 64.000 US Dollar atau sekitar Rp908 juta setiap tahunnya ke Mohamed Salah Charity Foundation.

Di samping itu, pemerintah Mesir telah mengonfirmasi setidaknya ada 150.753 kasus Covid-19 yang terjadi dan sebanyak 8.249 kematian sejak dimulainya pandemi lebih dari 10 bulan lalu.

Namun, pejabat kesehatan mengatakan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi karena tingkat pengujian virus korona yang relatif rendah dan tidak termasuk hasil tes pribadi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US