The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

UEFA Menentang Rencana Pergantian Liga Champions ke Liga Super Eropa: Pasti Membosankan!
Ilustrasi trofi UEFA Champions League. (photo/Instagram/@uefa_official)
Soccer

UEFA Menentang Rencana Pergantian Liga Champions ke Liga Super Eropa: Pasti Membosankan!

Rabu, 21 Oktober 2020 16:03 WIB 21 Oktober 2020, 16:03 WIB

INDOZONE.ID - UEFA jelas menentang kompetisi yang memisahkan diri dan akan menggantikan Liga Champions menjadi Liga Premier Eropa/Liga Super.

Penolakan itu muncul beberapa minggu setelah rencana kontroversial untuk merestrukturisasi kasta teratas Inggris melalui 'Project Big Picture'.

Format yang diusulkan adalah tim-tim dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia dan Spanyol akan bersaing untuk dominasi Eropa di Liga Super.

Sejauh ini memang  belum ada pernyataan resmi terkait rencana tersebut.

Namun laporan Sky News mengklaim dana senilai 4,6 miliar euro ($ 6 miliar) sedang disatukan dari bank Wall Street JP Morgan untuk membantu penciptaan kompetisi baru.

Laporan itu juga menyatakan bahwa Liverpool dan Manchester United terlibat dalam diskusi tersebut.

Format seperti itu telah banyak dikritik karena dianggap sebagai cara klub-klub terkaya di Eropa untuk mengkonsolidasikan kekuasaan.

Itu berarti akan lebih sedikit persaingan bagi tim yang sudah berada di puncak permainan.

Oleh sebab itu, badan sepak bola Eropa menyatakan bahwa Liga Super bertentangan dengan struktur permainan karena melihat tim yang sama dari tahun ke tahun yang pada akhirnya jadi membosankan.

“Presiden UEFA (Aleksander Ceferin) telah menjelaskan dalam banyak kesempatan bahwa UEFA sangat menentang Liga Super," kata seorang juru bicara dilansir dari Goal International.

“Prinsip solidaritas, promosi, degradasi dan liga terbuka tidak bisa dinegosiasikan. Itulah yang membuat sepak bola Eropa berhasil dan Liga Champions menjadi kompetisi olahraga terbaik di dunia."

UEFA dan klub-klub berkomitmen untuk membangun kekuatan menentang liga super yang terdiri dari 10, 12, bahkan 24 klub, yang pasti akan membosankan.

Kompetisi baru yang dikatakan telah dijadwalkan pada awal 2022 itu juga telah dikecam oleh Football Supporters Union (FSA).

“Serius, jika Anda adalah pemilik klub atau pemodal sepak bola yang berpikir global krisis kesehatan adalah kesempatan sempurna untuk merobek dan membentuk kembali sepak bola agar sesuai dengan miliarder ... Anda tidak tahu seberapa besar penggemar membenci konsep Anda. Ini tidak akan berjalan seperti yang Anda pikirkan."

Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher juga memberikan reaksinya terhadap rencana 'Liga Premier Eropa', dengan menjawab: "Oh f * ck off."

Artikel Menarik Lainnya

TAG
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US