The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kerap Dirasis, Eks Pemain Akademi AC Milan Seid Visin Tewas Bunuh Diri di Usia 20 Tahun
Seid Visin, eks pemain akademi AC Milan tewas bunuh diri. (photo/Twitter/@acmilanyouth)
Soccer

Kerap Dirasis, Eks Pemain Akademi AC Milan Seid Visin Tewas Bunuh Diri di Usia 20 Tahun

Senin, 07 Juni 2021 10:51 WIB 07 Juni 2021, 10:51 WIB

INDOZONE.ID - Seorang mantan pemain akademi AC Milan, Seid Visin dikabarkan tewas bunuh diri di rumahnya, Campania, Italia setelah menderita pelecehan rasial terus menerus.

Visin yang masih berusia 20 tahun itu pernah bermain di akademi muda AC Milan dan Benevento.

Dia lahir di Ethiopia tetapi saat kecil pindah ke Italia.

Visin diadopsi oleh orang tuanya Walter dan Maddalena di Nocera Inferiore dan melanjutkan untuk mengejar mimpinya menjadi pesepakbola.

Namun, pemain muda yang menjanjikan itu memutuskan untuk fokus pada studinya saat dia pensiun dari olahraga pada 2016, tetapi terus bermain sepakbola lima sisi (five a side) dengan Atletico Vitalica.

Media Italia, Corriere melaporkan, Visin meninggalkan surat yang berisi tentang betapa memilukannya pelecehan rasis yang dialaminya semasa hidup dan dibacakan saat pemakamannya, Sabtu (5/6/2021) waktu setempat.

"Sekarang, ke mana pun saya pergi, ke mana pun saya berada, di mana pun saya berada, saya merasa di pundak saya, seperti batu besar, beban pandangan orang yang skeptis, berprasangka, jijik, dan ketakutan," potongan isi surat Visin.

Visin menjelaskan bahwa dia merasa peningkatan rasisme yang dideritanya sebagian didorong oleh jumlah migran yang menetap di Italia.

Dia menceritakan sebuah kisah saat bekerja sebagai pelayan ketika seorang wanita kulit putih tua menolak untuk dilayani olehnya.

Pria muda itu dengan sedih mengatakan bahwa dia merasa harus "membuktikan kepada orang-orang, bahwa mereka tidak mengenal saya, bahwa saya seperti mereka, bahwa saya orang Italia, bahwa saya berkulit putih".

Dia menulis itu jika dia "malu menjadi hitam, seolah-olah saya takut dikira imigran".

Surat itu pertama kali ditulis pada Januari 2019 dan dikirim ke beberapa teman dan psikoterapisnya.

Penjaga gawang tim nasional Italia, Gianluigi Donnarumma adalah teman sekamar Visin saat di akademi Milan.

Kiper 22 tahun itu adalah salah satu dari banyak komunitas sepak bola yang memberikan penghormatan kepada rekannya itu.

"Saya bertemu Seid segera setelah saya tiba di Milan, kami tinggal bersama di sekolah asrama, beberapa tahun telah berlalu tetapi saya tidak bisa dan saya tidak ingin melupakan senyumnya yang luar biasa, kegembiraan hidup itu," kata Donnarumma kepada ANSA.

"Dia adalah seorang teman, anak laki-laki sepertiku."

Sementara itu, akun resmi akademi AC Milan turut mencuit ucapan belasungkawa atas kematian salah satu anak mudanya.

"Tidak ada kata-kata yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal kepada anak laki-laki berusia 20 tahun."

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Laila Rahmi Batubara
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US