The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sebut Musik Haram, Begini Perasaan Uki Eks NOAH Kalau Sekarang Mendengar Lagu
Uki eks NOAH (Instagram/uki_kautsar)
Seleb

Sebut Musik Haram, Begini Perasaan Uki Eks NOAH Kalau Sekarang Mendengar Lagu

Selasa, 24 Agustus 2021 11:56 WIB 24 Agustus 2021, 11:56 WIB

INDOZONE.ID - Mohammad Kautsar Hikmat alias Uki eks NOAH menjadi perbincangan beberapa waktu lalu karena mengatakan musik itu haram dan bisa menjadi pembuka pintu maksiat.

Lalu, bagaimana sekarang perasaan mantan gitaris NOAH itu saat mendengarkan musik? Dia pun mengungkapkannya dalam perbincangan bersama Ustaz Syafiq Riza Basalamah.

"Ana mau tanya satu sama Uki, gimana perasaannya kalau dengar musik di jalan gitu, ada yang goyang nggak?" tanya Ustaz Riza, dikutip Selasa (24/8/2021).

UKI pun menjawab bahwa kini dia merasa sangat terganggu saat mendengarkan musik, bahkan bisa membuatnya kesal. Butuh waktu sekitar seminggu untuk menghilangkan rasa kesal itu.

"Malah yang ana rasakan malah mengganggu. Setelah dengar musik, ada ayat yang hilang, ngerasa seperti itu. Karena kan kita tuh dari dulu sudah dengerin musik. Dulu kan saya di band sudah banyak musik di kepala. Jadi ketika kita di mal, di pesawat, ada dengar lagi tuh kayak keganggu gitu. Tiba-tiba pasti ada saja gitu yang nempel, kesal di hati, itu butuh waktu sekitar semingguan untuk hilang lagi," ujar Uki eks NOAH.

Uki pun mengibaratkan musik seperti racun yang menempel dan butuh waktu lama untuk dihilangkan.

"Jadi dia kayak racun yang nempel, agak lama, apalagi dari dulu kita sudah biasa dengar. Jadi mengganggu sih memang terdengarnya, ustaz," lanjutnya.

Uki juga bercerita bahwa butuh tiga tahun baginya untuk mempelajari apakah musik haram atau tidak.

"Pengalaman seperti yang tadi ustaz bilang waktu ana ke Jember juga mencoba untuk bersikap adil terhadap diri sendiri pengin dengar pendapat daripada ulama yang mengharamkan dan menghalalkan. Karena selama tiga tahun tuh memang mencari pembenaran terus tentang halalnya musik," tuturnya.

Dalam pencarian itu, Uki merasa pendapat ustaz yang menghalalkan musik, tidak masuk ke dalam logikanya. Pada akhirnya, Uki pun meyakini bahwa musik itu haram.

"Tapi setiap mencari apa yang mereka halalkan tuh selalu bertabrakan dengan logika. Dalam arti ketika mereka banyak pendapatnya contohnya burung itu adalah alat musik, dan segala macam, tapi kita sebagai musisi kalau ke toko musik kita nggak cari burung. Secara logika kita musisi dan penjual alat musik pun banyak yang nggak masuk," katanya.

"Alhamdulillah seiring berjalan ketemu Ustaz Syafiq, dia juga memberi penjelasannya banyak sekali. Pada saat itu sudah nggak ada ruang penolakan, sudah tinggal sekarang mau gimana kamu hasil dari apa yang kamu cari. Bagi saya sudah tak terbantahkan," pungkasnya.

Pendapat UAS soal musik haram atau halal

Ustaz Abdul Somad mengatakan bahwa musik sama seperti pisau, bisa digunakan untuk kebaikan atau keburukan.

"Alat musik itu sama seperti pisau, jika dipakai memotong tangan putus, tapi kalau dipakai untuk memotong kurban dapat pahala," kata UAS dalam sebuah kajian.

Menurut UAS, menetapkan musik halal atau haram maka harus melihat jenis musiknya terlebih dahulu. Jika syairnya bagus, maka musik itu boleh didengar Kalau syairnya buruk, maka harus dijauhi.

"Hadist tentang musik itu, dilihat dulu musiknya. Kalau baik maka boleh, kalau syairnya nggak baik, maka nggak boleh. Contoh yang baik lagu Opick, Tombo Ati. Lagu Maher Zain. Tapi kalau sudah Cinta Satu Malam, Kucing Garong, Keong Racun, itu tak ada," tegasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US