The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ogah Pakai Masker, Jerinx SID Dukung Aksi Tolak Rapid dan Swab Test di Bali
Jerinx (kanan). (Instagram/@jrxsid)
Seleb

Ogah Pakai Masker, Jerinx SID Dukung Aksi Tolak Rapid dan Swab Test di Bali

Aksi tanpa pakai masker.

Senin, 27 Juli 2020 08:52 WIB 27 Juli 2020, 08:52 WIB

INDOZONE.ID - Personel band Superman Is Dead (SID), Jerinx bersama sejumlah masyarakat Bali, ramai-ramai turun ke jalan di Lapangan Sandhi, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (26/7/2020). Aksi ini merupakan bentuk penolakan rapid dan swab test sebagai syarat administrasi.

Melalui unggahan Instagram pribadinya @jrxsid ia menuliskan imbauan pada masyarakat Bali untuk ikut bergabung dalam aksi tersebut.

"MENJADI MANUSIA! AKSI BALI TOLAK RAPID/SWAB!
@vlaminora on stage jam 10
@leeyonk_sinatraofficial jam 9
Follow @menjadimanusa yang akan menjadi gerakan perlawanan NYATA rakyat terhadap pembodohan & bisnis ketakutan!," tulis Jerinx di Instagram.

Dalam orasinya, Jerinx menyampaikan bahwa tubuh manusia akan semakin kuat apabila mampu mengubah cara pandangnya. Ia juga menyarankan masyarakat untuk lebih sering tertawa dan bercanda.

Tak hanya itu, dibalik aksinya yang menolak rapid dan swab test. Jerinx juga terlihat menyanyikan beberapa lagu di depan peserta aksi tanpa menggunakan masker.

"Makanya saya menolak memakai masker, karena masker membuat kemanusiaan kita hilang. Senyum kita tertutupi sehingga kita tidak bisa berkomunikasi dan membangun chemistry antara satu manusia pada manusia lainnya. Padahal itu sehat," katanya.

Aksi yang diprakarsai Masyarakat Nusantara Sehat (MANUSIA) ini berpendapat bahwa rapid dan swab hanyalah ladang bisnis.

"Adanya kebijakan rapid dan swab test hanyalah digunakan sebagai syarat administrasi perjalanan sudah tak sesuai dengan pendapat ahli. Terlebih lagi hal ini juga menjadi syarat tata hidup di era new normal," kata Made Krisna Dinata, koordinator aksi.

Ia juga menambahkan, rapid test tidak bisa dijadikan sebagai identifikasi virus corona, karena hanya berfungsi sebagai pengecekan antibodi. Artinya sudah tidak bisa dijadikan syarat administrasi. Selain itu, menurut Made sejumlah molekul, virologi, epidemiologi juga tak menyarankan menggunakan rapid test.

Semua masa yang berkumpul menuntut agar Gubernur Bali, Wayan Koster segera menghapus seluruh ketentuan rapid test sebagai syarat administrasi. 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by ???????????? (@jrxsid) on


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US