The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pakar Lie Detector:  Meskipun Prank, Curhatan Lucinta Luna Soal Bullying Dinilai Benar
Lucinta Luna. (Youtube/Boy William).
Seleb

Pakar Lie Detector: Meskipun Prank, Curhatan Lucinta Luna Soal Bullying Dinilai Benar

Analisa Handoko Gani.

Jumat, 29 Oktober 2021 11:25 WIB 29 Oktober 2021, 11:25 WIB

INDOZONE.ID - Video konten prank Lucinta Luna sebagai Muhammad Fattah di Youtube Boy William sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Meski hanya sekedar prank, beberapa pengakuannya dalam video tersebut sebagian besar benar, khususnya tentang pengakuan pernah dibully.

"Gue dibully. Gue pernah ditelanjangin, pernah digituin, mendapat pelecehan seksual," kata Lucinta Lunda dalam video tersebut.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan seorang spesialis deteksi kebohongan dan mikroekspresi Handoko Gani kepada Indozone. Sosok yang sering menjadi konsultan di kepolisian dan KPK tersebut mengungkapkan apa yang dikatakan Lucinta Luna sebagian besar benar adanya.

"Pernyataannya sebagian besar benar. Tidak ada mikroekspresi. Dia bicara tanpa beban," kata Handoko Gani saat dihubungi oleh Indozone melalui pesan singkat.

"Sebagian besar benar. Saya tidak bilang semuanya benar," katanya.

Ia juga mengungkapkan apa yang di sampaikan apa adanya. Menurutnya kisah tentang bullying itu benar adanya.

"Apa adanya. Dia memang pernah mengalami bullying. Sayangnya ini ada noise suara lagu (dalam video). Kalau nggak, saya bisa analisis suaranya," terang Handoko.

Pakar deteksi kebohongan dan mikoroekspresi.
Pakar deteksi kebohongan dan mikoroekspresi. (INDOZONE/M Fadli).

Baca Juga: 4 Aturan Ketat yang Dibuat Shah Rukh Khan Guna Cegah Anak Kembali Pakai Narkoba

Namun Handoko tak mau berkomentar lebih jauh tentang kebenaran identitas antara Lucinta Luna atau Muhamad Fattah. Ia memberikan peringatan bahwa soal jenis kelamin Lucinta Luna sudah diatur dalam pengadilan sesuai yang sudah dikeluarkan Humas Polda Metro Jaya.

"Saya cuma memberi catatan warning saja ya. Jangan sampai video terakhir (soal prank) ini menyinggung laporan polisi soal dirinya. Karena itu sudah soal integritas laporan polisi itu sendiri," terang Handoko.

"Dalam berita-berita kan sudah jelas beberapa point soal Lucinta Luna ini. Dikatakan jelas sekali bahwa: 'Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menjelaskan, Lucinta Luna seorang perempuan yang diakui secara sah oleh hukum. Yusri mengungkapkan, Lucinta Luna adalah seorang perempuan berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu dikeluarkan pada Desember 2019'," ungkapnya.

Sehingga ia menegaskan bahwa Lucinta Luna diakusi sebagai perempuan. 

"Jadi, dengan kata lain, Lucinta Luna yang sekarang memang perempuan. Apabila video prank tersebut bermaksud ingin menegaskan "dari dulu Lucinta Luna adalah perempuan (Lucinta Luna), sebaiknya jenis prank ini tidak dilakukan karena akan berlawanan dengan pernyataan kepolisian yang menyatakan Dia seorang perempuan berdasarkan keputusan pengadilan tersebut. Tetapi kalo prank yang dimaksud adalah bahwa Dia mau berhenti menjadi Lucinta Luna dan menjadi Moh. Fatah, maka hal tersebut adalah keputusan pribadi dia," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

  •  
TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Editor
JOIN US
JOIN US