The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Setelah Jadi Dilan dan Minke, Iqbaal Ramadhan Bakal Berperan sebagai Burung Perkutut
Iqbaal Ramadhan saat memerankan Dilan. (Foto: Instagram/Iqbaal.e)
Seleb

Setelah Jadi Dilan dan Minke, Iqbaal Ramadhan Bakal Berperan sebagai Burung Perkutut

Selasa, 07 Juli 2020 00:56 WIB 07 Juli 2020, 00:56 WIB

INDOZONE.ID - Aktor muda Iqbaal Ramadhan mendapat tantangan untuk memerankan karakter burung perkutut. Ini akan menjadi peran pertama aktor kelahiran Surabaya, 28 Desember 1999, itu di luar perannya sebagai manusia.

Tantangan itu dia dapatkan dalam podcast "Sandiwara Sastra" garapan Mendikbud Nadiem Makarim.

"Ini pertama kalinya aku akting bukan sebagai manusia, super interesting. Ini ada permainan karakter dan banyak dibantu Mas Gunawan Maryanto (sutradara "Sandiwara Sastra")," ujar Iqbaal dalam peluncuran "Sandiwara Sastra" secara daring, seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/7/2020).

Iqbaal, yang melejit namanya setelah memerankan Dilan, mengatakan kalau dirinya nantinya tidak akan selalu berbicara dengan bahasa burung. Katanya, akan tetap ada dialog yang dapat dimengerti oleh orang yang mendengarkan.

"Ini bukan manusia memang, tapi gimana bisa menyuarakan suara burung tapi bisa dimengerti juga dengan orang-orang. Ini burungnya jadi kayak manusia. Itu menarik sekali sih," jelasnya.

Pemeran Minke dalam film 'Bumi Manusia' itu juga banyak dibantu oleh Ardinia Wirasti dalam pendalaman karakternya. Ia juga sempat mencari tahu soal karakter burung perkutut melalui internet.

"Ini menarik banget karena kita mencoba membuat suara yang cukup khas tapi kita juga enggak membunyikan suara perkutut, tapi di saat bersamaan kita juga pengin orang tahu kalau ini adalah perkutut," katanya.

"Sandiwara Sastra" merupakan alih wahana sastra dalam bentuk sandiwara audio dengan durasi 30 menit. Podcast ini melibatkan 27 aktor dan aktris kenamaan Tanah Air.

"Sandiwara Sastra" tahap satu ini berisi alih wahana dari 10 karya sastra yakni adaptasi dari novel "Ronggeng Dukuh Paruk" karya Ahmad Tohari, "Helen dan Sukanta" karya Pidi Baiq, cerpen "Kemerdekaan" karya Putu Wijaya, cerpen "Mencari Herman" karya Dewi Lestari, cerpen "Berita dari Kebayoran" karya Pramoedya Ananta Toer, dan adaptasi novel "Lalita" karya Ayu Utami.

Selain itu, ada empat novel dan cerpen yang sedang dalam proses adaptasi sehingga secara keseluruhan pada tahap satu ada 10 karya sastra yang dialihwahanakan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US