The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hingga Akhir Juni 2020, Restrukturisasi Adira Mencapai Rp 17.4 Triliun!
Direktur Utama Adira Finance Hafid Fadeli saat menyampaikan sambutan di sela-sela peluncuran aplikasi Adiraku di Jakarta, Kamis (20/2/2020). (Dok.ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)
Otomotif

Hingga Akhir Juni 2020, Restrukturisasi Adira Mencapai Rp 17.4 Triliun!

Selasa, 04 Agustus 2020 16:15 WIB 04 Agustus 2020, 16:15 WIB

INDOZONE.ID - PT Adira Finance memberikan bantuan langsung kepada konsumen Adira yang mengalami kesulitan membayar tagihan kredit karena perekonomian yang sulit akibat pandemi COVID-19. Hal ini berupa restrukturisasi hingga 30 Juni deengan angka mencapai Rp 17.4 triliun.

Pernyataan ini pun diungkapkan oleh Presiden Direktur Adira Finance, Hafid Hadeli dalam video telekonferensi. Untuk sektor penyebaran itu sendiri masih lebih banyak dihuni konsumen yang menggunakan roda empat dengan komposisi 62 persen.

"Sampai Akhir Juni kita sudah sebesar sekitar Rp17,4 triliun yang terdiri dari 745.000 kontrak, kurang lebih angka itu sudah sepertiga portofolio kami," ungkap Hafid Hadeli.

"Sektor dari seluruh jumlahnya itu mobil kurang lebih mencapai 62 persen dan roda dua sisanya," lanjutnya. 

Dalam hal ini, Adira juga diklai merugi atas restrukturasi hingga Rp 298 miliar sehingga membawa laba bersih menjadi Rp 597 miliar dengan penurunan 37 persen. 

Untuk dapat menerima bantuan, tidak sembarangan konsumen yang mampu menggunakan program dari Adira. Mereka yang berhak serta terdampak langsung baru dapat menerima bantuan tersebut seperti yang dituang dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Adapun konsumen yang memenuhi syarat untuk restrukturisasi, sesuai dengan kriteria yang diarahkan oleh APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia) dan OJK," lanjutnya. 

Restrukturisasi juga bukan menjadi suatu hal baru bagi perusahaan seperti Adira. Pada kejadian bencana alam seperti di Palu, dan gempa di Jogja, Adira seacra cepat memberikan bantuan restrukturisasi atas korban yang terdampak bencana.

Sekadar informasi tambahan, Per 30 Juni 2020, non Performing Loan atau dikenal NPL mengalami kenaikan hingga level 3.1 persen dibanding tahun lalu, namun masih dalam batas yang terkendali. Kenaikan ini terjadi karena dampak pandemi COVID-19 pada kuartal II 2020.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Fernando Sutanto
Zal

Zal

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US