The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Akibat Pandemi COVID-19, Daimler Mencatat Kerugian Hingga Rp 32 Triliun
Logo pabrikan Daimler beserta para petinggi perusahaan. (REUTERS/Andreas Gebert)
Otomotif

Akibat Pandemi COVID-19, Daimler Mencatat Kerugian Hingga Rp 32 Triliun

Minggu, 02 Agustus 2020 10:00 WIB 02 Agustus 2020, 10:00 WIB

INDOZONE.ID - Grup pabrikan otomotif asal Jerman, Daimler dilaporkan telah mencatat kerugian bersih hingga 1.9 miliar Euro atau Rp 32.4 triliun pada kuartal 2 2020. Menurut Xinhua, disebutkan bahwa kerugian itu "sangat dipengaruhi pandemi virus corona dengan penurunan permintaan yang menjadi imbasnya.". 

Melihat hal itu, Chairman of Board Managment Daimler, Ola Kaellenius memberikan komentarnya. Ola menjelaskan bahwa pendapatan tahunan mereka menurun hingga 30.2 miliar Euro dari 12.5 miliar Euro pada kuartal kedua.

"Karena pandemi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya, kami harus menanggung beban kuartal yang menantang," ungkap Ola Kaellenius.

Pada kuartal kedua 2020, penjualan Mercedes-Benz menurun hingga 30 persen menjadi 480.800 kendaraan. Daimler mengklaim penjualan model-model baru dapat meningkatkan penjualan di tengah penurunan permintaan akibat pandemi COVID-19.

Selain itu, penjualan model truk dan bus Daimler sendiri menurun hingga 55 persen secara tahunan menjkadi 61.000 unit pada kuartal ke-2. Daimler juga memprediksi bahwa COVID-19 akan "terus memberikan dampak yang kuat hingga akhir tahun," dan "penurunan besar output ekonomi global" hingga pada akhir tahun 2020.

Meski demikian, Kaellenius mengatakan bahwa terdapat sisi positif selama pandemi COVID-19, permintaan yang menguat pada segmen mobil listrik.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Fernando Sutanto
Zal

Zal

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US