Alasan Investor Incar Pasar Otomotif Indonesia
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementrian Perindustrian, Putu Juli Ardika. (Indozone/Wilfridus Kolo)
Otomotif

Alasan Investor Incar Pasar Otomotif Indonesia

Padahal penjualan turun.

Minggu, 08 Desember 2019 13:46 WIB 08 Desember 2019, 13:46 WIB

INDOZONE.ID - Pasar otomotif Indonesia tetap seksi bagi para pelaku industri otomotif dunia. Padahal tahun ini terjadi penurunan penjualan yang cukup signifikan. 

Berdasarkan data GAIKINDO periode Januari hingga Oktober 2019, penjualan mobil tercatat 849 ribu unit, turun 11% dari tahun sebelumnya.

Namun mengapa para pelaku industri otomotif tetap getol ingin berinfestasi di Indonesia? 

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementrian Perindustrian, Putu Juli Ardika mengatakan, saat ini pusat pertumbuhan dunia bergeser ke Asia Pasific. Salah satunya ASEAN.

"Pasar Indonesia itu anomali. Saya tanya ke investor, kenapa harus investasi di Indonesia saat pasarnya turun. Mereka jawabnya, pusat pertumbuhan dunia akan pindah ke Asia Pasific. Salah satunya ASEAN dan Indonesia adalah pasar terbesar di ASEAN," kata Putu di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Pergeseran pasar otomotif dari Eropa ke Asia terutama di Cina, India dan ASEAN ini sangat menguntungkan. Untuk itu, stakeholder harus berupaya untuk ikut mengembangkan industri otomotif di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan agar industri otomotif tidak hanya berproduksi untuk pasar domestik, tetapi juga untuk ekspor.

"Dengan pertumbuhan pasar otomotif ini, pasar ASEAN termasuk di Indonesia berpotensi untuk berkembang lebih baik, dan investor akan memilih berinvestasi di sumber-sumber pertumbuhan itu. Ini bisa dimaksimalkan untuk kemajuan ekonomi," jelasnya.

Ke depannya, pasar otomotif Indonesia diyakini terus tumbuh. Indonesia diharapkan bisa menjadi trend center bagi otomotif dunia dengan meningkatkan kualitas produk otomotifnya agar mampu bersaing dan diterima lebih luas di pasar internasional.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Indozone
Wilfridus Kolo
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU