Komponen Otomotif Asing Bisa Jadi Pemasok Utama di Indonesia
Ilustrasi (Envantoelements/Nejron)
Otomotif

Komponen Otomotif Asing Bisa Jadi Pemasok Utama di Indonesia

Vendor lokal belum mampu.

Kamis, 16 Januari 2020 14:59 WIB 16 Januari 2020, 14:59 WIB

INDOZONE.ID - Beberapa tahun terakhir komponen dan aksesoris mobil maupun motor dari Taiwan membanjiri pasar Indonesia. Kemampuan mereka memanfaatkan kebutuhan pasar otomotif membuat part-part otomotif seperti lampu, spoiler hingga aksesoris lainnya ramai di pasar Tanah Air.

Menjamurnya komponen dan aksesoris Taiwan mambuat mereka suatu saat akan menjadi vendor untuk industri otomotif Indonesia. Paluang ini sangat terbuka karena vendor lokal kita belum mampu memproduksi kebutuhan part otomotif secara mandiri untuk kebutuhan industri.

Pengamat Otomotif, Bebin Djuana mengiakan bahwa industri komponen asal Taiwan bisa jadi akan menjadi vendor untuk keperluan industri otomotif Indonesia seperti part-part dan aksesoris mobil yang racik dalam negeri.

"Iya mereka bisa jadi vendor industri otomotif kita. Peluangnya sangat besar, karena vendor lokal kita banyak juga yang sifatnya hanya mengimpor dari Taiwan, bukan bikin sendiri," kata Bebin saat dihubungi Indozone, Kamis (16/1/2020).

Ia menjelaskan kebanyakan dari vendor di Tanah Air hanya melakukan assembling barang dari luar dan belum mampu memproduksi sendiri dengan kualifikasi dan kuantitas yang sesuai dengan standar dan kebutuhan industri otomotif yang ada.

Terkait dengan kelangsungan UKM kecil yang bisa dimanfaatkan untuk memproduksi part-part otomotif bisa saja dilakuakan tetapi harus diperiksa sejauh apa kesiapan dan kesanggupan mereka. Proteksi memang bisa dilakukan tapi hal itu bisa dilakukan jika industri komponen kita siap bersaing.

"Jadi kalau memproteksi industri kecil pendukung otomotif kita, apa yang dibuat dalam negeri periksa dulu, sudah mampu buat belum. Nanti anda protek terus gak bisa masuk, siapa yang mau suplai. Ini masalahnya kompleks gak bisa dengan basa-basi, proteksi. Kita udah bisa bikin belum?" tanyanya.

Selain soal kemampuan produksi, pertanyaan lain yang menyusul untuk industri komponen Indonesia adalah standar kualitas dan kuantitasnya yang tentu akan menjadi pertimbangan industri otomotif untuk kuota suplai.

"Kalau pun bisa, kualitasnya mumpuni gak? Kalau kualitas mumpuni, kuantitas nyampe gak? Mobil nya di bikin 1000, satu bulan hanya mampu bikin 200, yang 800 siapa yang mau suplai? Tidak sederhana, jadi harus dipikirkan secara komprehensif," tukasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Yulia Marianti
Wilfridus Kolo

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU