The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sektor Industri Mobil Listrik di Indonesia Diprediksi Naik Daun di 2023
Ilustrasi mobil listrik. (Freepik)
Otomotif

Sektor Industri Mobil Listrik di Indonesia Diprediksi Naik Daun di 2023

Kamis, 23 Februari 2023 12:00 WIB 23 Februari 2023, 12:00 WIB

INDOZONE.ID - Sektor industri di dunia bertanggung jawab atas sebagian besar ekonomi global serta menciptakan lapangan kerja bagi ratusan juta orang di dunia.

Namun, sebagian besar negara juga bersiap menghadapi resesi dan menurut beberapa sumber, banyak negara yang sudah mengalami resesi. Akibat dampak tersebut, prospek ekonomi global tahun 2023 menjadi tidak menentu.

Meski demikian, menurut Kementerian Perindustrian (Kemenperin), khususnya sektor industri otomotif di tanah air akan menjadi pemain penting dalam rantai pasok dunia (global supply chain), termasuk upaya memproduksi mobil listrik.

Apalagi, Indonesia memiliki sumber daya mineral yang sangat besar untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Baca juga: VISA dan UOB Umumkan Dua Pemenang Grand Prize Nonton Pertandingan Piala Dunia di Qatar

Indonesia telah memasuki era modern perkembangan teknologi. Kehadiran kendaraan listrik merupakan inovasi yang futuristik. Walau keberadaanya masih baru, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia kini juga semakin baik.

Kemenperin kian serius mendorong pengembangan kendaraan berbasis listrik guna mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Selain itu memberikan peluang baru terhadap ekonomi dan hilirisasi sumber daya alam serta penguatan teknologi artificial intelligent (AI) dan robotik dalam menopang produktivitas industri nasional di masa depan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi,dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier menyampaikan, pemerintah terus memacu penerapan teknologi dan peningkatan investasi di sektor otomotif nasional, termasuk mengakselerasi pengembangan kendaraan listrik roda dua, tiga, serta roda empat atau lebih yang berbasis baterai listrik maupun mild hybrid dan strong hybrid, seperti dilansir dari siaran resmi Kemenperin.

Sudah ada banyak brand kendaraan luar negeri yang memasarkan kendaraan listriknya di Indonesia. Salah satu yang terkenal adalah Tesla. Bahkan, ada juga mobil listrik yang dirakit di tanah air, yaitu mobil listrik keluaran Hyundai.

Masuknya kendaraan listrik ke Indonesia juga didukung infrastuktur penunjang lainnya. Salah satunya adalah keberadaan ratusan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai lokasi di Indonesia.

Hadirnya kendaraan listrik di Indonesia juga mendapat dukungan dari pemerintah. Seperti yang diketahui, penggunaan kendaraan listrik juga dapat menjadi solusi atas isu pencemaran lingkungan yang disebabkan emisi karbon kendaraan yang menyebabkan pencemaran udara, khususnya yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Jaga Perekonomian Tetap Kondusif Pasca G20

Sebagai salah satu institusi keuangan terkemuka, Bank UOB Indonesia berkomitmen untuk membantu bisnis perusahaan di Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka hingga di lintas ASEAN. UOB memberikan solusi yang tepat untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan bisnis, mengatasi tantangan, dan memperdalam kemampuan mereka.

“Selaras dengan komitmen jangka panjang UOB Group, kami terus memadukan prinsip-prinsip ESG pada rencana dan strategi bisnis perusahaan. Di UOB Indonesia, kami mendukung nasabah dalam transisi menuju perekonomian rendah karbon guna mendukung target pemerintah dalam menjalankan strategi ketangguhan iklim, yang mencakup aspirasi untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Dengan perkiraan 66,6 persen penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan pada tahun 2035, kami terus mendukung inisiatif tersebut seperti efisiensi energi, tenaga surya, pengelolaan sampah, serta daur ulang plastik yang ramah lingkungan,” jelas Hendra Gunawan, Presiden Direktur UOB Indonesia. 

UOB
UOB Right by You (Dok. UOB)

Dengan berpegang teguh pada komitmen dekarbonisasi regional dan global, UOB telah  bergabung dengan Net-Zero Banking Alliance (NZBA)2, yang terdiri dari 121 bank dari 41 negara dengan aset perbankan global senilai US$70 triliun.

UOB terus mengintegrasikan rencana emisi nol bersih ke dalam strategi bisnis perusahaan dan akan meningkatkan upaya dalam menjalin kerja sama dengan nasabah dan pemangku kepentingan lainnya menuju dekarbonisasi.

#UOBRightByYou #OneBankForASEAN

(adv)

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Marghareta Anandya
JOIN US
JOIN US