The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dua Pabrik Baru Tesla Alami Kerugian Miliaran Dolar, Elon Musk: Bagai Kompor Bakar Duit
CEO Tesla, Elon Musk. (REUTERS/Stephen Lam)
Otomotif

Dua Pabrik Baru Tesla Alami Kerugian Miliaran Dolar, Elon Musk: Bagai Kompor Bakar Duit

Kamis, 23 Juni 2022 12:50 WIB 23 Juni 2022, 12:50 WIB

INDOZONE.ID - CEO Tesla, Elon Musk menyebut dua pabrik baru mobil listrik miliknya yang terletak di Texas dan Berlin mengalami kerugian miliaran dolar AS. Terhambatnya produksi suku cadang di pelabuhan China menjadi penyebab utama.

Musk pun mengibaratkan kerugian dua pabrik baru Tesla tersebut bagai kompor raksasa yang melenyapkan miliaran uang.

Baca Juga: Anies Klaim Formula E Sukses, Harumkan Nama Baik Jakarta di Mata Dunia

"Baik pabrik Berlin dan Austin adalah kompor uang raksasa saat ini. Oke? Ini benar-benar seperti suara gerumuh yang berasal dari suara uang terbakar," tutur Musk dalam sebuah wawancara dengan komunitas Tesla Owners Silicon Valley, di Austin Texas, dikutip Kamis (23/6/2022).

Melansir Reuters Kamis (23/6/2022), kerugian tersebut dipengaruhi lockdown yang terjadi di China. Pembatasan aktivitas terkait wabah Covid-19 yang terjadi membuat beberapa suku cadang kendaraan, seperti baterai masih terjebak di pelabuhan China.

Pasalnya, pasokan suku cadang yang tertahan bukan hanya memengaruhi produksi mobil di pabrik Tesla Shanghai saja, tetapi juga pabriknya di California.

Musk pun membeberkan pabrik Tesla di Texas kini hanya mampu memproduksi mobil dalam jumlah kecil, karena kebutuhan mereka akan baterai tipe 4680 serta alat untuk membuat baterai 2170 konvensional tidak terpenuhi.

Padahal, dua pabrik baru Tesla di Texas dan Berlin dianggap sebagai ambisi baru Tesla untuk menjadi pembuat mobil listrik papan atas. Tak ayal, kedua pabrik tersebut dianggap sangat penting. 

"Ini semua akan bisa diperbaiki dengan sangat cepat, namun membutuhkan banyak perhatian," tuturnya.

Untuk itu, Tesla Inc. berencana untuk menangguhkan sebagian besar produksi di pabrik Shanghai dalam dua minggu pertama bulan Juli untuk mengejar ketertinggalan produksi, menurut memo internal yang dikutip dari Reuters.

Penulis: Safira Meidina

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ristuyana
Indozone
Ristuyana

Ristuyana

Editor
Indozone

Indozone

Writer
JOIN US
JOIN US