Gesekan Ban Mobil Sumbangkan 1.000 Kali Lipat Polusi dari Bahan Bakar
Ilustrasi drifting dengan gesekan ban mobil. (Ilustrasi/REUTERS/Red Bull Media House)
Otomotif

Gesekan Ban Mobil Sumbangkan 1.000 Kali Lipat Polusi dari Bahan Bakar

Rabu, 25 Maret 2020 15:00 WIB 25 Maret 2020, 15:00 WIB

INDOZONE.ID - Ketika bicara tentang polusi, pasti pertama kali yang terlintas di kepala adalah emisi gas buang dari bahan bakar. Akan tetapi, polusi juga dapat dihasilkan dari berbagai komponen pada mobil, salah satunya adalah ban mobil. 

Menurut lembaga Emission Analytics, gesekan ban dapat menyumbangkan 1.000 kali lipa polusi yang buruk dibanding bahan bakar. Pernyataan ini diungkapkan oleh Peneliti Senior di Emissions Analytics, Richard. 

"Penelitian kami mengungkapkan bahwa ada angka yang mengejutkan dari polusi partikel ban, 1.000 kali lebih buruk daripada emisi dari knalpot mobil," ujar Richard. 

Masalah partikel berbahaya dari ban merupakan masalah lingkungan yang terus berkembang. Dengan kata lain, semakin banyak kendaraan yang lebih besar dan berat dari SUV, maka masalahnya akan semakin memburuk. 

Bahkan, masalah ini juga tidak dapat dihindari dari mobil ramah lingkungan dengan tenaga hybrid dan listrik sekalipun masih memakai ban karet. 

"Sudah waktunya untuk mempertimbangkan tidak hanya apa yang keluar dari knalpot mobil tetapi polusi partikel dari keausan ban dan rem," ujar Lofthouse. 

"Yang lebih menakutkan adalah bahwa sementara emisi gas buang telah diatur dengan ketat selama bertahun-tahun. Keausan ban tidak diatur dan dengan meningkatnya pertumbuhan penjualan SUV yang lebih berat dan mobil listrik bertenaga baterai, Non-Exhaust Emission (NEE) adalah masalah yang sangat serius," lanjutnya. 

Akan tetapi, CEO Emission Analytics yaitu Nick Molden pun membagikan cara untuk mengurangi polusi ban. cara tersebut adalah dengan  mengurangi bobot kendaraan. 

"Namun pada akhirnya, industri mobil mungkin harus menemukan cara untuk mengurangi berat kendaraan juga. Sudah jelas perlu ada aturan untuk masalah ini. Apakah itu mengarah pada jenis emisi rendah tertentu, ban yang lebih awet atau apapun itu, yang jelas perubahan harus dilakukan," imbuh Nick Molden. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU