Hindari Kecelakaan, Sopir Bus dan Truk Harus Perhatikan Hal Ini
Petugas Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) memeriksa kondisi bus saat dilakukan ramp check Kelayakan Bus di Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/12/2019). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Otomotif

Hindari Kecelakaan, Sopir Bus dan Truk Harus Perhatikan Hal Ini

Ini standar waktu operasional dan istirahat para pengemudi.

Jumat, 24 Januari 2020 17:50 WIB 24 Januari 2020, 17:50 WIB

INDOZONE.ID - Kecelakaan angkutan barang dan penumpang sering terjadi karena pengemudi terlalu lelah dalam perjalanan. Padahal kebugaran menjadi hal yang penting untuk konsentrasi pengemudi. Perilaku mereka untuk mengejar waktu agar cepat sampai tujuan yang kadang menjadi tingkat terjadi kecelakaan semakin tinggi.

Terkait hal ini, sebenarnya berapa lama para pengemudi truk dan bus lintas provinsi harus mengemudi dan beristirahat dalam mengoperasikan angkutannya?

Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan sebenarnya sudah ada aturan mengenai batas waktu operasi seorang pengemudi truk dan bus yang diatur dalam undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 90 ayat 2,3 dan 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Jadi ada peraturan UU angkutan jalan raya 22 tahun 2009 itu sudah ada ketentuan. Itu angkutan barang dan pengemudi batas maksimal operasi 10 jam satu hari, dengan waktu istirahat satu jam setelah mengemudi empat jam. Jadi harus ikut aturan itu," kata Jusri pada Indozone, Jumat (24/1/2020).

Peraturan tersebut logis karena berkendara dalam waktu yang panjang akan menguras tenaga dan konsentrasi, sehingga dengan beristirahat, pengemudi pun dapat memulihkan tenaganya. Meskipun ada aturan tersebut, Jusri menyarankan agar pengemudi tidak memaksakan diri dengan standar aturan tersebut.

"Itu aturan dari sisi standar. Kan ada yang namanya regulasi sebelum berangkat istirahat dan itu harus dilakukan. Tadi jangan mengacu pada peraturan pemerintah saja. Kalau sampai masa istirahat ya istirahat, karena mereka yang merasakan dan tahu kondisi tubuhnya," tuturnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU