Pasar Otomotif Diprediksi Membaik di Tahun 2020
Salah satu suasana pameran otomotif. (Indozone/Wilfridus Kolo)
Otomotif

Pasar Otomotif Diprediksi Membaik di Tahun 2020

Setelah pada 2019 diganggu berbagai masalah politik

Senin, 30 Desember 2019 14:37 WIB 30 Desember 2019, 14:37 WIB

INDOZONE.ID - Tahun 2019 menyisakan dua hari lagi. Pasar otomotif mencatat pejualan kurang lebih 1.050.000 unit sesuai dengan target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). 

Ini artinya pasar otomotif 2019 tidak lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Lantas bagaimana dengan tahun 2020?

Bagi pelaku dan pemerhati industri otomotif, di tahun 2020 pasar otomotif akan membaik setelah dua tahun belakangan situasi politik, sosial dan keamanan yang terus terganggu. 

Ketika semuanya berakhir, maka sudah saatnya tahun 2020 menjadi tahun perubahan dan perbaikan untuk bisnis otomotif.

"Kondisi pasar otomotif pada tahun 2020 akan lebih baik dari 2019. Jadi 2020 akan ada perubahan menuju perbaikan," kata Pengamat Otomotif, Bebin Djuana pada Indozone, Senin (20/12).

"Karena sudah terlalu lama kondisi sosial, politik, keamanan di gonjang-ganjing. Digoyang oleh pemilu, pilkada dan itu mengganggu bisnis otomotif," tambahnya.

Bebin menuturkan pada situasi yang tidak pasti banyak orang menunda pembelian mobil. Tidak hanya mobil baru tetapi juga mobil bekas, sehingga ketika semua gangguan itu berhenti di tahun 2020 maka semua bisa berkonsentrasi untuk kemajuan lebih baik.

"Tahun depan (2020), itu semua sudah stop. sehingga semua berkonsentrasi kepada pekerjaan, tugas dan karya masing-masing. Dan selama ini masyarakat yang menunda pembelian, sudah bisa merealisasikan pembeliannya, entah itu mobil baru atau mobil bekas," tutur Bebin.

Ia melihat geliat pasar otomotif di tahun 2020 tidak hanya terjadi di model-model baru tetapi juga mobil bekas, yang selama dua tahun terakhir juga mengalami penyusutan karena berkaitan dengan panasnya situasi sosial politik.

"Teman-teman pebisnis mobil bekas pun mengeluhkan lesu dan sepinya pasar akibat suhu politik yang berlangsung di 2018 dan 2019. Jadi kita harapkan semuanya membaik sehingga industri otomotif semakin membaik," tukasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Richardo
Wilfridus Kolo
Richardo

Richardo

Writer
Wilfridus Kolo

Wilfridus Kolo

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU