The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tak Mampu Atasi Hoax dan Ujaran Kebencian, Facebook Diboikot Sejumlah Produsen Otomotif
Logo Facebook (kiri) dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg (kanan). (REUTERS/Dado Ruvic/Andreas Gebert)
Otomotif

Tak Mampu Atasi Hoax dan Ujaran Kebencian, Facebook Diboikot Sejumlah Produsen Otomotif

Rabu, 01 Juli 2020 15:03 WIB 01 Juli 2020, 15:03 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini, Facebook dilaporklan tengah diterjang aksi boikot yang dilakukan sejumlah pabrikan otomotif. Hal ini karena CEO Facebook, Mark Zuckerberg dianggap tidak bisa menyelesaikan penyebaran hoax dan mengatasi ujaran kebencian. 

Pabrikan Ford dan Honda Amerika Utara menjadi pabrikan pertama yang menarik iklan dari Facebook. Tindakan ini pun diikuti oleh pabrikan Volkswagen. Volkswagen pun memberikan komentarnya atas permasalahan ini. 

"Ujaran kebencian, komentar yang diskriminasi dan postingan yang mengandung informasi palsu (hoax) tidak boleh dipublikasikan dan harus memiliki konsekuensi," ujar Volkswagen. 

Keputusan ini diklaim membawa dampak besar bagi pihak Facebook dikarenakan Volkswagen adalah merek otomotif di dunia yang menaungi pabrikan Audi, Porsche, dan Skoda. Di sisi lain, Honda memutuskan untuk berhenti untuk membelanjakan iklan Facebook mulai Juli.

"Untuk bulan Juli, Honda Amerika menahan iklannya di Facebook dan Instagram. Kami memilih untuk berdiri dengan orang-orang yang bersatu melawan kebencian dan rasisme. Ini tidak selaras dengan nilai-nilai perusahaan kami, yang didasarkan pada rasa hormat manusia." ujar Honda. 

Sementara Ford mulai berhenti iklan di Facebook Group selama 30 hari mendatang sembari memantau perkembangan Facebook. Hal ini membuat kekayaan Zuckerberg menurun menjadi US$ 82.3 M atau mengalami penurunan US$ 7.2 M atau Rp 100 triliun. 

Melihat hal itu, Facebook melalui Mark Zuckerberg mengatakan pihaknya berjanji akan lebih ketat dalam menangkal konten kebencian dan berita palsu. Dia pun berjanji akan melarang iklan yang mengancam kelompok tertentu dan menghapus konten yang memicu kekerasan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US