The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Chip Semikonduktor Masih Langka, Tata Motors Lihat Penjualan Positif
Logo Tata Motors terlihat di sebuah showroom di Mumbai pada Kamis (14/2/2013). (ANTARA/REUTERS/Vivek Prakash/am)
Otomotif

Chip Semikonduktor Masih Langka, Tata Motors Lihat Penjualan Positif

Kamis, 28 Juli 2022 23:00 WIB 28 Juli 2022, 23:00 WIB

INDOZONE.ID - Tata Motors memperkirakan permintaan yang kuat untuk meningkatkan penjualan mobilnya, termasuk di unit Jaguar Land Rover (JLR) mewah, karena kelangkaan semikonduktor mereda, bahkan ketika membukukan kerugian kuartalan yang lebih luas karena biaya yang lebih tinggi.

Produsen mobil tersebut melaporkan kerugian bersih konsolidasi sebesar 50,07 miliar rupee (626,88 juta dollar AS) untuk kuartal yang berakhir 30 Juni, dibandingkan dengan kerugian sebesar 44,51 miliar rupee pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Sebastian Vettel Umumkan Pensiun


JLR terpukul terutama karena gangguan rantai pasokan, peningkatan produksi model New Range Rover dan Range Rover Sport yang lebih lambat dari perkiraan, dan penguncian terkait COVID-19 di China, kata chief financial officer, PB Balaji.
 

"Kami kecewa dengan kinerja kami di kuartal ini dan bertujuan untuk kembali lebih kuat," kata Balaji pada panggilan konferensi pasca pendapatan, demikian Reuters menyiarkan pada Rabu (27/7/2022).
 

Karena kekurangan chip berkurang, dia memperkirakan pihaknya akan menjual 90.000 kendaraan JLR secara wholesale pada kuartal saat ini.

Balaji mengatakan permintaan diperkirakan akan tetap kuat meskipun ada kekhawatiran tentang inflasi, suku bunga, dan situasi geopolitik.

Buku pesanan JLR saat ini mencapai 200.000 unit dan untuk mengisi kembali saluran ritelnya yang habis, perusahaan akan membutuhkan 100.000 kendaraan lagi, kata Balaji.

Tata mengharapkan belanja modal sebesar 2,6 miliar euro di JLR untuk setahun penuh, termasuk untuk elektrifikasi portofolionya.

Di pasar India, Tata memimpin penjualan kendaraan listrik dan dengan cepat meningkatkan pangsa pasarnya untuk mobil bermesin pembakaran.

Balaji mengatakan kekurangan chip tampak mereda di pasar domestik dengan pembuat mobil tidak merencanakan penutupan, dan dengan stabilnya harga komoditas juga tidak memperkirakan adanya kenaikan harga kendaraan yang signifikan ke depan.

Tata, seperti pembuat mobil lainnya, telah menaikkan harga mobilnya enam kali sejak April 2021 untuk mengimbangi biaya yang lebih tinggi.

Artikel menarik lainnya:

TAG
Ristuyana
Ristuyana

Ristuyana

Editor
JOIN US
JOIN US