PKS Tolak Revisi Masa Jabatan Presiden
Dari kiri: Pakar Poltik LIPI Siti Zuhroh, Anggota DPR Fraksi PKS Nasi Djamil, Moderator Margi Syarief, Wasekjen PPP Ade Irfan Pulungan, Guru Besar Hukum Tata Negara IPDN Juanda (Indozone/Mula Akmal)
News

PKS Tolak Revisi Masa Jabatan Presiden

Wacana 3 periode untuk presiden dinilai menyalahi aturan

Sabtu, 30 November 2019 16:26 WIB 30 November 2019, 16:26 WIB

INDOZONE.ID - Anggota DPR dari Fraksi PKS, Nasir Djamil menyatakan fraksinya menolak semua bahasan tentang masa jabatan presiden dalam Amandemen UU NRI 1945. Menurutnya, wacana 3 periode untuk presiden menyalahi aturan, karena kekuasaan harus diawasi dan dibatasi

"Kami menolak 2 hal . Pertama, menolak 3 periode dan presiden di pilih MPR. Karena itu mengaburkan sistem presidential," ucapnya (30/11) dalam diskusi dengan tema 'Membaca Arah Amademen 45' di Jakarta.

Dia pun mengakui sistem pemilihan presiden atau ekskutif yang dipilih secara langsung, belum terimplemetasi dengan baik. Atas dasar itu, para elite harus terus malakukan perbaikan bukan mengganti sistemnya.

Nasir menilai ramainya isu revisi masa presiden hanya menguntungkan beberapa pihak yang mencari panggung atas isu tersebut.

"Siapa yang diuntungkan isu ini? Mereka hanya 'cek ombak' sebenarnya. Sah-sah saja orang sampaikan pendapat dan pikiran," katanya.

Politisi PKS ini menilai dalam memberi wacana terkait amandemen, para parpol atau elit jangan hanya ngotot untuk mengajukan suatu usulan, tapi juga harus berdasar atas kajian.

"Tapi disamping ngotot harus ngotak sehingga kemudian semua itu bisa didasari dengan sebuah pandangan objektif.  Peta di MPR hari ini belum terkonsolidasi dengan baik masing-masing kekuatan politik mencoba mengagas, tapi ide ini belum terkonsolidasi dengan baik sehingga kemudian bisa dipahami kekuatan politik dalam tanda kutip masing-masing fraksi curi start," jelasnya.

Artikel menarik lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Mula Akmal
Mula Akmal

Mula Akmal

Reporter
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU