The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Demi Dana Istri Melahirkan, Pria Ini Rela Jadi Kurir Ganja 250 Kg, Dituntut Hukuman Mati
Dua kurir ganja 250 kilogram terancam hukuman mati.
News

Demi Dana Istri Melahirkan, Pria Ini Rela Jadi Kurir Ganja 250 Kg, Dituntut Hukuman Mati

Minggu, 23 Agustus 2020 19:09 WIB 23 Agustus 2020, 19:09 WIB

INDOZONE.ID - Pandapotan Rangkuti (44) tak menyangka. 

Niatnya mencari dana untuk istrinya yang akan melahirkan berujung tragis.

Dia dituntut hukuman mati oleh Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan karena kasus narkoba.

Pandapotan merupakan satu dari dua terdakwa kurir ganja seberat 250 kilogram yang ditangkap jajaran Polres Padangsidimpuan pada awal tahun lalu. Tepatnya pada Rabu (8/1/2020) malam.

Saat itu, Pandapotan ditangkap bersama Adi Saputra Nasution alias Boja (25). 

Mereka membawa ganja tersebut menggunakan satu unit truk dari Kabupaten Mandaling Natal dan ditangkap di Kota Padangsidimpuan.

Kini, keduanya terancam hukuman mati setelah dituntut di pengadilan pada Selasa (18/8/2020) lalu.

Di balik tuntutan itu, ternyata terdapat kisah pilu yang diungkapkan kuasa hukum kedua terdakwa, Sahor Ritonga.

Menurut Sahor, Pandapotan dan Boja merupakan kurir yang menjadi korban keterbatasan ekonomi.

Ceritanya bermula saat istri Pandapotan hendak melahirkan. Saat itu, dia sangat membutuhkan dana.

Dia kemudian bertemu dengan seorang lelaki bernama Ade. Ade lalu memanfaatkan kondisi Pandapotan demi aksi bejatnya.

Ade menawari Pandapotan uang senilai Rp 10 juta. Namun dengan syarat dia mau mengangkut ganja dari Kabupaten Mandailing Natal menuju Kota Padangsidimpuan.

Karena sudah kepepet, Pandapotan langsung menerima tawaran itu.

Begitupun dengan Boja. Setelah beberapa lama menganggur, dia sangat membutuhkan dana untuk mencukupi keperluan keluarga. 

Sama seperti Pandapotan, Boja juga didatangi dan ditawari pekerjaan oleh Ade untuk mengangkut ganja.

Sampai saat itu, Pandapotan dan Boja sama sekali tidak saling mengenal. Keduanya baru bertemu setelah Ade memberikan satu unit truk kepada mereka untuk digunakan mengangkut ganja tersebut.

Untuk uang jalan, Ade memberi mereka uang senilai Rp 250 ribu. Sedangkan upah Rp 10 juta akan diberi bila tugas tersebut tuntas.

"Setelah si Ade ini mendapat orang, yaitu Pandapotan dan Boja, dia kemudian mengarahkan mereka untuk berjumpa dengan Faisal. Nah, dari Faisal itulah ganja tersebut berasal," kata Sahor kepada Indozone.id, Minggu (22/8/2020).

Setelah ganja itu dimasukkan Faisal ke dalam truk, Pandapotan dan Boja kemudian bergegas menuju Kota Padangsidimpuan.

Faisal mengarahkan mereka agar menghubunginya setiba di daerah itu. Faisal menyebut bahwa mereka akan bertemu dengan seseorang bernama Roni.

Pandapotan dan Boja pun tiba di Padangsidimpuan. Seperti yang diperintahkan, mereka langsung menghubungi Faisal yang berjanji akan memberikan nomor ponsel Roni.

Namun sial bagi Pandapotan dan Boja. Bukannya Roni yang datang. Melainkan sejumlah petugas kepolisian.

"Mereka tidak pernah bertemu dengan si Roni itu," kata Sahor.

Menurut Sahor, Pandapotan dan Boja telah mengungkapkan berbagai informasi penting untuk mengungkap praktik peredaran narkoba berskala besar.

Namun jika dihukum mati, maka kasus ini hanya berhenti pada level kurir. Sedangkan bandar dan gembong narkoba sebenarnya tidak terungkap.

Untuk itu, dia berharap hati Hakim Pengadilan Negeri Padangsidimpuan terketuk memberi hukuman seadil-adilnya.

"Sebenarnya mereka sudah mencukupi untuk jadi justice collaborator. Mereka hanya tumbal. Keadaan ekonomi mereka dimanfatkan untuk menjadi pemulus aksi oknum tertentu," kata Sahor.

Dua kurir narkoba, Pandapotan Rangkuti dan Adi Saputra Nasution alias Boja, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum Gabena Pohan dan M Zul Syafran Hasibuan di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan pada Selasa (18/8/2020).

Keduanya ditangkap petugas kepolisian saat mengangkut narkoba jenis ganja seberat 250 kilogram di Padangsidimpuan pada Rabu (8/1/2020) silam.

Mereka dituntut dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US