The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

CEK FAKTA: Syekh Ali Jaber Meninggal Gara-gara Disuntik Vaksin COVID-19
Syekh Ali Jaber terbaring. (YouTube)
News

CEK FAKTA: Syekh Ali Jaber Meninggal Gara-gara Disuntik Vaksin COVID-19

Minggu, 17 Januari 2021 16:39 WIB 17 Januari 2021, 16:39 WIB

INDOZONE.ID - Syekh Ali Jaber telah berpulang ke pangkuan Tuhan pada Kamis pagi, 14 Januari 2020 sekitar pukul 08.38 WIB.

Berbagai pemberitaan mengenai kepulangannya ramai berseliweran, baik di media massa arus utama maupun di media sosial.

Di antara pelbagai pemberitaan, muncul pula kabar bahwa sang syekh meninggal dunia gara-gara disuntik vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech Ltd yang bermarkas di Beijing, Tiongkok.

Kabar tersebut salah satunya disebar di YouTube pada Kamis (14/1/2021).

Video di Youtube berujudul Jagat Politik itu menyematkan gambar Syekh Ali Jaber yang terbaring di tempat tidur, dengan gambar vaksin Sinovac.

"KRONOLGI SYEKH ALI JABER W4F4T, 2 JAM SEBELUM BELIAU W4F4T....TAK DISANGKA TERNYATA KARNA VAKSIN INI??" demikian keterangan yang menyertai video tersebut.

Menurut unggahan akun Instagram @yayasan.syekhalijaber, ulama yang meninggal dalam usia 44 tahun tersebut, terkonfirmasi COVID-19 pada 29 Desember 2020. 

Namun putra Syekh Ali Jaber, Al Hasan Ali Jaber, mengonfirmasi pendakwah asal Arab Saudi itu telah dinyatakan negatif COVID-19 saat wafat.

"Karena kondisinya beliau terus membaik, saya akhirnya memutuskan pulang. Tapi pada Kamis (14/1) pagi, kami dikabarkan kondisi Syeikh Ali Jaber terus menurun, oksigen turun, dan panasnya naik. Meninggalnya Syeikh Ali Jaber dalam kondisi negatif COVID-19," kata Al Hasan Ali Jaber.

Ustaz Yusuf Mansur pun membenarkan kabar soal kondisi Syekh Ali Jaber yang telah terbebas dari COVID-19.

Pria yang dikenal sebagai rekan dekat Syekh Ali Jaber itu menerangkan pendakwah yang menjadi WNI pada 2011 tersebut wafat akibat penyakit paru-paru.

"Setelah dirawat di RS Yarsi, Syekh Ali Jaber dinyatakan negatif COVID-19 dan meninggal dunia akibat paru-paru,” kata Yusuf Mansur.

Dengan demikian, unggahan di YouTube itu merupakan informasi menyesatkan atau hoaks, menurut Antara.

Artikel Menarik Lainnya:


Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US