The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Vaksin Covid-19 Dijual di Kimia Farma, PAN: Pemerintah Harus Beri Penjelasan!
Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (Instagram/salehpd)
News

Vaksin Covid-19 Dijual di Kimia Farma, PAN: Pemerintah Harus Beri Penjelasan!

Semestinya gratis.

Senin, 12 Juli 2021 09:03 WIB 12 Juli 2021, 09:03 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyoroti rencana penjualan vaksin Covid-19 Gotong Royong melalui Kimia Farma. Menurutnya sejauh ini Komisi IX DPR RI belum pernah mendengar rencana penjualan vaksin tersebut.

"Kami belum pernah mendengar secara langsung soal rencana penjualan vaksin melalui Kimia Farma," kata Saleh kepada Indozone di Jakarta, Senin (12/7/2021).

Saleh menambahkan, belakangan dirinya mendengar vaksin Gotong Royong hanya diperuntukkan bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak pekerja.

Kemudian vaksin Gotong Royong tidak dijual ke individu, lantaran vaksin Gotong Royong dibiayai oleh perusahaan sebagai perwujudan dari tanggung jawab sosial.

"Kami baru mendengar hal ini dari media. Makanya, kami juga heran. Di grup anggota komisi IX, hal ini sempat diperbincangkan dan dipertanyakan," tegasnya.

Dalam konteks ini, lanjut Saleh, pihaknya sangat mendesak agar pemerintah memberikan penjelasan terkait kebijakan tersebut. Pasalnya, dasar dari pelaksanaan vaksinasi adalah gratis, dimana setiap orang tidak dipungut biaya untuk divaksin.

"Kalau dijual bebas seperti itu, apa nanti malah tidak akan terjadi komersialisasi? Bukankah vaksinasi itu semestinya gratis? Ini yang saya kira perlu diperjelas," urainya.

Selain itu, perlu juga dijelaskan soal pelaksanaan vaksinasi dengan mekanisme ini. Seperti halnya siapa yang akan menjadi vaksinatornya, kemudian siapa pula yang akan memonitor mereka yang telah divaksin dan terpenting bukankah setiap orang yang divaksin harus terus dievaluasi kondisinya.

"Harus diakui bahwa KIPI masih selalu ada. Itu perlu diawasi dan dimonitor. Nah, apakah mekanisme pembelian vaksin di Kimia Farma ini juga akan dievaluasi dan diawasi? Bagaimana koordinasinya dengan Komnas/Komda KIPI?" tandas Saleh.

BACA JUGA: Bantah Urine dan Kotoran Sapi Bisa Sembuhkan Covid-19, 2 Pria India Malah Dipenjara

Diberitakan sebelumnya, pemerintah telah mengatur harga vaksin berbayar, yakni tertuang di dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/Menkes/4643/2021.

Di dalam aturan tersebut dijelaskan, harga pembelian vaksin produksi Sinopharm tersebut sebesar Rp321.660 per dosis. Selain itu, ada pula tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 per dosis.

Untuk pelaksanaan vaksinasi sendiri, setiap penerima bakal mendapatkan dua kali dosis vaksin. Artinya, harga vaksin Gotong Royong yang harus dibayarkan per individu adalah sebesar Rp 879.140 untuk dua kali dosis vaksin.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Susi Fatimah
Utami Evi Riyani
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US