The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Patriarki dan Hal-Hal yang Tersisa dari Kematian Mahasiswi Unibraw di Pusara Ayahnya
Novia Widyasari Rahayu semasa hidup. (Facebook)
News

Patriarki dan Hal-Hal yang Tersisa dari Kematian Mahasiswi Unibraw di Pusara Ayahnya

Minggu, 05 Desember 2021 12:14 WIB 05 Desember 2021, 12:14 WIB

INDOZONE.ID - Kematian Novia Widyasari Rahayu, mahasiswi semester 10 jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya (Unibraw) menyita perhatian khalayak luas.

Gadis 23 tahun itu ditemukan meninggal dunia, diduga bunuh diri dengan cara menenggak cairan sianida di samping pusara ayahnya di TPU Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (2/12/2021).

Belakangan terungkap, Novia nekat mengakhiri hidupnya karena beban berat yang membuatnya depresi. Ia diduga sudah berulang kali mencoba melakukan tindakan bunuh diri, sebelum hal itu benar-benar terjadi pada Kamis.

Bunuh diri bukanlah hal yang patut dilakukan atau ditiru. Tulisan ini dibuat bukan untuk mendukung tindakan itu, melainkan justru sebaliknya.

Namun, apa yang terjadi pada gadis asal Mojokerto itu bukanlah perkara bunuh diri semata. Ada beban yang sangat berat yang menimpanya, yakni lelaku patriarkis yang diduga dilakukan oleh orang-orang yang semestinya mendukungnya.

Patriarki adalah cara pandang atau atmosfer di mana segala urusan di dunia berkiblat pada kepentingan laki-laki.

Berikut hal-hal yang tersisa dari kematian Novia, yang diketahui sempat beberapa kali menuliskan curahan hatinya sebelum berpulang. 

1. Diduga Dihamili Pacar dan Dipaksa Aborsi 2 Kali

Novia Widyasari Rahayu semasa hidup. (Facebook)
Novia Widyasari Rahayu semasa hidup bersama RB. (Facebook)

Kepada Kapolres Mojokerto, ibu kandung Novia, Fauzun Safaroh sempat menyampaikan bahwa Novia bunuh diri karena depresi sejak ayahnya meninggal dunia tiga bulan lalu. Keluarganya juga menyebut bahwa Novia depresi karena kuliahnya tak kunjung selesai meski sudah semester 10.

"Pernah kami periksakan ke rumah sakit jiwa untuk mengurangi depresinya tersebut sehingga secara rutin minum obat. Karena depresi yang memuncak tersebutlah pada akhirnya anak kami tanpa sepengetahuan kami memutuskan untuk mengakhiri hidup (bunuh diri) dengan cara meminum bahan kimia yang berbahaya yang mana sebelumnya sudah pernah beberapa kali percobaan bunuh diri dilakukan namun ketahuan oleh saya selaku ibu kandung," tulis Safaroh pada tanggal 2 Desember 2021, diketahui oleh Kepala Desa Japan, H Salam udin.

Selain itu, Safaroh juga menyebut bahwa putrinya itu depresi karena masalah hubungan asmaranya dengan pacarnya.

Belakangan terungkap, dari pengakuan akun Twitter @belawsz yang mengaku sebagai teman dekat Novia, bahwa Novia depresi bukan karena kematian ayahnya, melainkan karena pacarnya yang seorang oknum polisi berinisial RB, tidak mau bertanggungjawab setelah menghamilinya.

Oknum polisi berinisial RB, yang bertugas di Polres Pasuruan, itu diduga memaksa Novia untuk menggugurkan kandungannya. Bahkan tak cuma sekali, tetapi dua kali RB diduga memaksa Novia untuk aborsi.

Berdasarkan pengakuan RB saat diperiksa oleh pihak kepolisian, iia dan Novia berkenalan pada Oktober 2019. Setelah berpacaran, mereka melakukan hubungan intim sejak 2020 hingga 2021 di tempat kos dan hotel.

Akibatnya, Novia pun hamil. RB lantas memaksa Novia melakukan aborsi dua kali, yaitu saat kandungan Novia berusia hitungan minggu pada 2020 dan ketika usia kandungan berusia 4 bulan pada 2021. Obat penggugur kandungan yang digunakan adalah cytotec.

2. Tekanan dari Keluarga RB dan Keluarga Sendiri

ist
Oknum polisi berinisial RB (Facebook)

Akun Twitter @belawsz mengungkap, Novia sempat diajak makan bersama oleh kedua orang tua RB dan RB ikut saat itu. Saat itu, keluarga RB menyampaikan padanya bahwa mereka akan bertanggung jawab. Setelah makan bersama, kedua orang tua RB mengajak ke rumah orang tua Novia untuk membicarakan masalah mereka dengan ibu kandung Novia.

Namun, sesampainya di rumah Novia, kedua orang tua RB justru menyampaikan bahwa mereka tidak bisa menikahkan putra mereka dengan Novia karena RB masih punya kakak yang belum menikah. Saat itu, ibunda Novia belum tahu apa masalah sebenarnya yang terjadi.

Keesokan harinya, rumah Novia diduga diteror dengan dilempar benda menyerupai bom dan listrik rumah mereka tiba-tiba mati.

RB diduga sempat mengajak Novia jalan-jalan dan memberikan 4 butir pil yang belakangan diduga adalah  obat penggugur kandungan.

Novia saat itu dipaksa oleh RB untuk menelan 4 butir pil itu, hingga akhirnya keluar lendir menyerupai darah dari perutnya. Novia sempat dibawa ke rumah sakit dan opname.

Setelah itu, Novia semakin depresi dan sempat mengadu kepada omnya. Namun, omnya malah marah kepadanya dan menyebutnya telah mempermalukan keluarga.

3. Red Velvet Terakhir

Bripda Randy Bagus jadi tersangka kasus meninggalnya Novia Widyasari
Bripda Randy Bagus jadi tersangka kasus meninggalnya Novia Widyasari (Istimewa)

Di media sosial, beredar sebuah tulisan yang ditulis dengan kalimat bergaya larik dengan judul 'Red Velvet Terakhir' yang diduga ditulis oleh Novia.

Tulisan itu berbunyi begini:

Semenjak kepergian ayah
Aku tak lagi punya perisai

ketika ada orang yang
menyakitiku
aku hanya bisa berlindung di 
makam Ayah
bersandar pada pusar terkadang
membuatku merasa lebih tenang

ibu sibuk menghiburku
menyajikan rawon racikannya
menyuapkan sesendok harapan
padaku
"tetap di sini sama-sama ya, nak,"
katanya

hari itu,
rasa sakit itu
datang kembali

ditemani segelas minuman 
favoritku,
aku pamit pada dunia
aku ingin menyusul Ayah agar tak
ada lagi yang berani menyakitiku

Tuhan, aku titipkan mama padamu
kuatkan ia
tabahkan ia.

RB sendiri kini memang sedang diproses hukum. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.Selain diberi sanksi secara internal berdasarkan Kode Etik Kepolisian Pasal 7 dan 11, ia juga dijerat dengan Pasal Pidana Pasal 348 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.

Namun, perihal bagaimana patriartki rentan menjatuhkan perempuan, agaknya masih menjadi PR besar kita bersama. Semoga tak ada Novia-Novia lain di kemudian hari.

Artikel Menarik Lainnya:


 

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US