The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Wali Kota Medan Juga Imbau Warga untuk Mematuhi Prokes demi Cegah Omicron
Wali Kota Medan Bobby Nasution sedang berjalan keluar Gedung PKK Kota Medan, Senin (20/12/2021). (photo/ANTARA/HO-Diskominfo Kota Medan)
News

Wali Kota Medan Juga Imbau Warga untuk Mematuhi Prokes demi Cegah Omicron

Selasa, 21 Desember 2021 13:19 WIB 21 Desember 2021, 13:19 WIB

INDOZONE.ID - Seperti yang diketahui, varian COVID-19 Omicron telah memasuki Indonesia. Melihat hal itu, seluruh daerah di Indonesia mulai melakukan sejumlah cara untuk mengatasi penyebaran COVID-19 itu. Salah satunya adalah Sumatera Utara.

Selain Gubernur Sumatera Utara, terbaru Wali Kota Medan yaitu Bobby Nasution mengimbau warga di Medan untuik meningkatkan kepatuhan pada protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran varian COVID-19 Omicron. Melihat hal itu, Bobby memberikan komentarnya. 

"Tinggal bagaimana tingkat kepatuhan kita ini. Semakin tinggi tingkat kepatuhan, semakin kecil kemungkinan virus omicron masuk ke Kota Medan," ungkap Bobby dalam pernyataan di Medan. 

Dia mengatakan warga diharuskan untuk mematuhi prokes 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan terakhir membatasi mobilitas atau interaksi. Wali Kota mengatakan hingga sekarang, pihaknya belum pertimbangkan penyekatan di pintu perbatasan Kota Medan, dengan tujuan menghindari varian baru itu. 

"Sejauh ini belum ada kita berikan opsi-opsi itu. Tapi nanti akan kita lihat perkembangannya," lanjutnya. 

Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada pekan lalu telah mengatakan kasus Omicron pertama di Indonesia sendiri terjadi dalam fasilitas karantina Rumah Sakit Wisma Atlet di Jakarta. Melihat hal itu, dia memberikan komentarnya. 

"Kasus omicron yang sudah kita konfirmasi satu (kasus), dan lima kasus probable itu terjadi di karantina," ungkapnya dalam pernyataan resminya. 

Dia mengatakan kasus Omicron sendiri dialami oleh seorang petugas kebersihan RS Wisma Atlet yang berinisial N. Hasilnya diketahui dari hasil analisa genom sekuensing yang diterima Kemenkes pada tanggal 15 Desember 2021 kemarin. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US