The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cegah Penularan COVID-19, Epidemiolog Minta Masyarakat Segera Vaksin dan Tidak Pilih Merek
Ilustrasi: Vaksinator tengah mengukur dosis vaksin. (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)
News

Cegah Penularan COVID-19, Epidemiolog Minta Masyarakat Segera Vaksin dan Tidak Pilih Merek

Minggu, 12 September 2021 10:52 WIB 12 September 2021, 10:52 WIB

INDOZONE.ID - Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan meminta kepada masyarakat segera vaksinasi dan tidak menunda dengan alasan pilih-pilih merek.

"Risikonya dapat tertular COVID-19 karena masyarakat menunda vaksinasi," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (12/09) seperti dilansir Antara.

Iwan mengingatkan bahwa saat ini penularan kasus COVID-19 masih tinggi. Vaksinasi merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah penularan dan mengurangi risiko berat akibat virus yang menyerang saluran pernapasan itu.

Iwan menjelaskan bahwa semua merek vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia sudah melewati kajian para pakar dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Jadi, semua sudah terbukti efektif dan aman. Masyarakat harus segera vaksin saat mereka dapat kesempatan," ujar dia.

Imbauan itu disampaikan karena hingga kini masih ada masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin karena terpengaruh informasi tentang efektifitas vaksin, efek samping beragam, dan hoaks.

Senada dengan itu, Epidemiolog Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKK MK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andono Ahmad mengatakan banyak hal yang melatarbelakangi masyarakat sehingga pilih-pilih merek vaksin.

"Kemungkinan karena informasi yang beredar terkait masing-masing vaksin," kata Riris.

Riris menilai risiko masyarakat yang terus pilih-pilih merek vaksin adalah terinfeksi COVID-19 hingga mengalami tingkat keparahan akibat virus tersebut.

"Semakin cepat divaksin, risiko terpapar COVID-19 yang parah dapat dihindari," kata Riris.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengakui ada sebagian masyarakat yang pilih-pilih merek vaksin. Umumnya, hal itu karena beredarnya hoaks tentang efek samping vaksin.

Selain itu, ia berharap masyarakat segera mengikuti vaksinasi dengan merek apa pun. Tujuannya agar Indonesia segera keluar dari pandemi dan terciptanya kekebalan komunal.

Hingga kini Indonesia telah mendatangkan 225,4 juta dosis vaksin. Rinciannya, vaksin Sinovac dalam bentuk jadi sebanyak 33 juta dosis, Sinovac dalam bentuk bulk 153,9 juta dosis, AstraZeneca 19,5 juta dosis, Moderna delapan juta dosis, Pfizer 2,75 juta dosis dan Sinopharm 8,25 juta dosis.

Hingga Sabtu (11/9) sebanyak 72.248.720 orang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama, 41.534.340 menerima vaksin dosis kedua, dan 775.725 sudah memperoleh vaksin dosis ketiga. Target sasaran program vaksinasi nasional sebanyak 208.265.720.

TAG
Zal
Zal

Zal

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US