The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ketika Ma'ruf Amin Bicara Soal Ceramah Keagamaan yang Masih Sering Singgung Khilafah
Ma'ruf Amin. (Instagram/@kyai_marufamin)
News

Ketika Ma'ruf Amin Bicara Soal Ceramah Keagamaan yang Masih Sering Singgung Khilafah

Senin, 07 Juni 2021 15:31 WIB 07 Juni 2021, 15:31 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan ceramah keagamaan di berbagai daerah masih sering menyinggung tentang wacana pendirian negara Islam atau negara khilafah.

"Hal ini menjadi penting ketika dalam ceramah-ceramah keagamaan kini masih sering diselipi dengan wacana-wacana tentang pendirian negara Islam atau negara khilafah, walaupun organisasi-organisasi yang mengusung tema itu kini sudah tidak aktif lagi," kata Ma'ruf Amin dalam acara Bedah Buku 'Darul Misaq: Indonesia Negara Kesepakatan', Senin (7/6/2021).

Selain itu, lanjutnya, penolakan terhadap Pancasila serta penggunaan kekerasan atau teror berkedok jihad untuk perwujudan negara khilafah masih terjadi saat ini.

Menurutnya, ideologi perjuangan intoleran dan kekerasan tersebut dipengaruhi oleh gerakan-gerakan Islam transnasional yang disebabkan oleh pemahaman tekstual terhadap Al-Qur'an.

"Ideologi transnasional yang keras itu memang tidak terlepas dari pemahaman mereka terhadap teks-teks Al Quran dan hadits secara literal dan kaku, sehingga mereka memiliki sikap yang intoleran dan radikal," ujarnya.

Bahkan, tukasnya, sebagian dari mereka bersikap ekstrem dan menganggap kelompok masyarakat lain, yang berbeda pandangan dengan mereka, sebagai kaum kafir.

Padahal, perdebatan tentang Islam dan negara Indonesia sudah diselesaikan oleh para pendiri bangsa, yang sebagian besar di antara mereka ialah tokoh Islam dan ulama.

"Sebenarnya perdebatan tentang Islam dan negara ini sudah selesai dilakukan oleh bapak pendiri (founding father) negara ini, yang di antara mereka adalah ulama dan tokoh Islam," kata Ma'ruf.

Oleh karena itu, terhadap adanya unsur khilafah dalam ceramah agama tersebut, Wapres menegaskan masyarakat harus memiliki pemahaman moderat dalam hubungan antara Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US