Furnitur Kayu Hasil Tangan Pengrajin Indonesia Jadi Primadona di AS
Eksportir Indonesia berpartisipasi dalam Pameran Las Vegas Market 2019/Kemendag
News

Furnitur Kayu Hasil Tangan Pengrajin Indonesia Jadi Primadona di AS

Banyak potensi yang bisa digali jika pasar di buka.

alwan
Jumat, 16 Agustus 2019 09:27 WIB 16 Agustus 2019, 09:27 WIB

Pameran Las Vegas Market 2019, yang berlangsung pada awal Agustus lalu, membuat produk furnitur kayu Indonsia buatan tangan, semakin diminati pasar Amerika Serikat.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago dan Los Angeles Antonius A. Budiman mengatakan, pasar AS untuk produk furnitur diperkirakan akan terus tumbuh.

Berbagai lembaga survei pasar dunia, seperti FactMR, Bloomberg, dan lainnya, memperkirakan pasar AS tumbuh sebesar 7--8 persen setiap tahunnya hingga 2025.

Saat ini, produk unggulan ekspor Indonesia ini, berada di urutan ke-9 dari total ekspor dari Indonesia ke AS dengan nilai pada 2018 mencapai USD 815 juta atau naik sekitar 11 persen dari tahun 2017. Rata-rata pertumbuhan ekspornya tercatat positif sebesar 3,4 persen per tahun.

Ia memaparkan, peningkatan ekspor furnitur Indonesia ke AS, lebih banyak yang berbahan dasar kayu. Nilai pasar furnitur kayu mencapai USD 25 miliar. Indonesia menempati peringkat ke-6 dengan pangsa pasar sekitar 3 persen. 

"80 persen total ekspor produk furnitur Indonesia ke AS merupakan produk furnitur berbahan dasar kayu dengan nilai ekspor USD 651,2 juta," katanya. 

AS mengimpor produk furnitur dari seluruh dunia sebesar USD 67 miliar atau naik 7,4 persen dari tahun sebelumnya. Sejak 2014, impor produk furnitur AS secara konsisten menunjukkan pertumbuhan progresif, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 6,6 persen per tahun. 

    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Alwan

    Editor