The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Utang Indonesia Tembus Rp 5.000-an Triliun, Wapres JK Sebut Masih Aman
Dialog 1000 Ekonom bersama Wapres, M. Jusuf Kalla (Dok.Indozone)
News

Utang Indonesia Tembus Rp 5.000-an Triliun, Wapres JK Sebut Masih Aman

Utang produktif

Kamis, 17 Oktober 2019 16:35 WIB 17 Oktober 2019, 16:35 WIB

INDOZONE.ID - Berdasarkan keterangan Bank Indonesia (BI), hingga Agustus 2019 kemarin jumlah utang luar negeri Indonesia sudah menembus angka Rp 5.553,5 triliun. 

Meski demikian, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beranggapan bahwa jumlah itu masih dalam kategori aman, karena tidak melebihi 30 persen dari GDP Indonesia saat ini. 

Ia pun membandingkan dengan negara Malaysia yang jumlah utangnya saat ini mencapai lebih dari 50 persen GDP Malaysia, kemudian Jepang yang justru sudah melebihi 100 persen dari GDP nya. Menurutnya, otoritas keuangan RI selalu menjaga rasio utang kita tetap berada pada level yang aman. 

Disisi lain, menurut JK, utang-utang luar negeri Indonesia sebagian besar merupakan utang yang produktif, bukan utang konsumtif seperti subsidi dan lainnya. Maka itu, ia pun meminta agar hal itu tidak menjadi kecemasan. 

"Pengalaman kita, kita tidak pernah tidak bayar utang. Ini aman," ujar JK dalam acara dialog 100 Ekonom di Hotel The Westin Jakarta, Kamis (17/10). 

Sementara itu menyikapi pertanyaan ekonom soal posisi rupiah saat ini, politisi senior Golkar itu pun menyebut bahwa fluktuasi rupiah masih dalam batas yang wajar. Meski bukan yang terbaik kata JK, namun kurs rupiah tidak berada dalam kondisi terburuk di dunia. 

"Rupiah kita bukan terburuk, masih ada Venezuela. Untuk minum kopi saja, saya mesti bawa uang segepok hanya untuk minum kopi saja. Jadi sama sekali rupiah bukan yang terburuk," tuturnya. 

Data Bank Indonesia (BI) sendiri menyebutkan, jumlah Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga akhir Agustus 2019 mencapai US$393,5 miliar atau setara Rp 5.553,5 triliun. 

Jumlah itu naik 8,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year-on-year (YoY). ULN itu terdiri dari utang publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar US$196,3 miliar dan swasta (termasuk BUMN) sebesar US$ 197,2 miliar. (SN)

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Indozone
Indozone News
Bela

Bela

Writer
Indozone News

Indozone News

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US