The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ide Baru Buwas, Usul Tunjangan TNI dan Polri Ditambah, Tapi Harus Beli Beras dari Bulog
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Antaranews)
News

Ide Baru Buwas, Usul Tunjangan TNI dan Polri Ditambah, Tapi Harus Beli Beras dari Bulog

Senin, 29 Maret 2021 18:37 WIB 29 Maret 2021, 18:37 WIB

INDOZONE.ID - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengusulkan TNI, Polri dan ASN agar mendapat penambahan tunjangan beras dari Kementerian Keuangan.

Tambahan tunjangan itu, kata lelaki yang akrab disapa Buwas ini, dipergunakan untuk membeli beras dari Bulog.

Menurut Buwas, cara itu bisa ditempuh demi meningkatkan daya serap beras Bulog.

"Kami akan minta dukungan pada Menteri Keuangan, kami bukan minta uang untuk menyerap, persoalannya adalah hilirnya. Saya akan menyampaikan pada Menteri Keuangan yang diperlukan adalah pasarnya dari beras Bulog ini yang nantinya jadi sasaran saya adalah TNIPolri dan ASN," kata Budi Waseso dilansir dari ANTARA, Senin (29/3/2021).

Buwas mengatakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani belum lama ini mengeluarkan surat keputusan terkait kenaikan tunjangan beras untuk TNI, Polri dan ASN. Tunjangan yang sebelumnya berjumlah Rp7.400 dinaikkan menjadi Rp10.769 per kilogram.

Buwas pun berharap Sri Mulyani bisa memberikan lagi tambahan tunjangan beras senilai Rp2.000 per kilogram. 

Menurut Buwas, rata-rata pengeluaran anggota TNI, Polri dan ASN untuk membeli beras berkisar Rp12.000 per kilogram.

Harga tersebut merupakan standar beras dengan kualitas premium.

Oleh karena itu, kata Buwas, Bulog bisa menyediakan beras dengan harga dan kualitas yang sesuai dengan keinginan para pegawai negara tersebut bila tunjangan mereka dinaikkan lagi.

Buwas mengungkapkan, Bulog saat ini tidak memiliki pangsa pasar untuk menyalurkan beras yang diperoleh dari para petani lokal.

Apabila stok beras dibiarkan terlalu lama di gudang, maka berpotensi mengalami penurunan mutu. Hal ini bisa menyebabkan kerugian negara.

Selain itu, lanjut Buwas, keuangan Bulog juga terbebani karena harus membayar bunga dari pinjaman bank untuk menyerap beras dari para petani.

Sedangkan selama ini, tidak ada pemasukan untuk melanjutkan perusahaan yang menjadi aset negara
tersebut.

Selama dua tahun ini, kata Buwas, Bulog telah kehilangan pasar sebanyak 2,6 juta ton beras.

Sebelumnya, Bulog menyalurkan beras untuk program keluarga sejahtera atau rastra. Namun, kini program tersebut dihapus pemerintah. 

Program rastra kemudian digantikan oleh program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Melalui program ini, masyarakat mendapat bantuan sosial secara nontunai dan dapat membeli kebutuhannya sendiri di warung terdekat.

Perkiraan Buwas, Bulog bisa menyalurkan beras hingga 1,4 juta ton dalam setahun jika setiap keperluan anggota TNI, Polri dan ASN disuplai pihaknya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US