The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

KNKT Temukan Anomali Sistem Autothrottle Sriwijaya Air SJ-182, Diduga Jadi Penyebab Jatuh
Ilustrasi pesawat Sriwijaya Air (Instagram/@sriwijayair)
News

KNKT Temukan Anomali Sistem Autothrottle Sriwijaya Air SJ-182, Diduga Jadi Penyebab Jatuh

Apa itu maknanya?

Rabu, 10 Februari 2021 16:15 WIB 10 Februari 2021, 16:15 WIB

INDOZONE.ID - Komite Nasional Keselamatan Trasnportasi (KNKT) menemukan adanya anomali dalam sistem autothrottle pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) lalu. Hal itu diketahui berdasarkan laporan awal (preliminary report) investigasi kecelakaan tersebut.

“Saat ini memang yang kita ketahui autothrottle yang kiri bergerak mundur. Apakah ini yang rusak, kita belum tahu karena dua-duanya menunjukkan sikap yang berbeda. Dua-duanya mengalami anomali, yang kiri mundur terlalu jauh, yang kanan tidak bergerak seperti macet,” kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Capt Nurcahyo Utomo dalam konferensi pers virtual di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Rabu (10/2/2021).

Autothrottle merupakan sistem yang digunakan untuk mengubah pengaturan kekuatan mesin pesawat. Nurcahyo menyebutkan terdapat 13 komponen lain yang terhubung dengan gerakan autothrottle itu.

Baca juga: Pacaran Bertahun-tahun, Cewek Ini Patah Hati saat Kekasih Direbut Pria Lain, Nyesek

“Mengapa anomali ini muncul, kita mesti lihat ada 13 komponen yang terkait dengan gerakan autothrottle ini. Masalahnya ada di mana, saat ini kami belum menentukan. Beberapa komponen yang sudah kita kirim, tapi belum bisa menjawab masalahnya apa,” tuturnya.

Menurut kronologi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, pada pukul 14.39.47 ketika melewati 10.600 kaki dengan arah pesawat berada di 046 derajat, pesawat mulai berbelok ke kiri. Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali bergerak mundur, sedangkan yang kanan masih tetap.

Pengatur lalu lintas udara (ATC) Airnav Indonesia memberi instruksi untuk naik ke ketinggian 13.000 kaki dan dijawab oleh pilot pukul 14.39.59

“Itu ada komunikasi terakhir dengan SJ-182,” katanya.

Pada pukul 14.40 WIB, kotak hitam Flight Data Recorder (FDR) merekam ketinggian tertinggi, yaitu 10.900 kaki.

“Selanjutnya pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif atau ‘disengage’ ketika arah pesawat di 016 derajat, sikap pesawat pada posisi naik atau pitch up dan pesawat miring ke kiri atau roll. Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri kembali berkurang sedangkan yang kanan tetap,” ujar Nurcahyo.

Pada pukul 14.40 WIB, FDR mencatat authrottle tidak aktif (disengage) dan sikap pesawat menunduk (pitch down).

“Apakah autothrottle menyebabkan roll dan pitch, logikanya, mesin mati satu, pesawat masih bisa terbang,” katanya.

Untuk itu, ia mengatakan KNKT perlu mendalami investigasi lebih lanjut agar mengetahui penyebab adanya anomali sistem autothrottle serta penyebab pesawat berbelok ke kiri.

“Kenapa pesawat berbelok ke kiri, mudah-mudahan CVR (Cocpit Voice Recorder) ditemukan, sehingga kita bisa mengetahui komunikasi antarpilot dan mendapatkan jawaban, sementara FDR mencatat adanya anomali autothrottle,” ujarnya.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US