The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Video Jokowi Blusukan di Tengah Sawah Tembus Hujan Lebat, Enggan Dikawal Paspampres
Jokowi saat menembus hujan jalan di tengah sawah di NTT. (Facebook)
News

Viral Video Jokowi Blusukan di Tengah Sawah Tembus Hujan Lebat, Enggan Dikawal Paspampres

Selasa, 23 Februari 2021 16:28 WIB 23 Februari 2021, 16:28 WIB

INDOZONE.ID - Video Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat melakukan kunjungan meninjau lumbung padi di Sumba, Nusa Tenggara Timur jadi viral di media sosial.

Kunjungan kerja Jokowi di NTT dalam meninjau lumbung padi itu disiarkan Dechrie Christovel Katupu melalui akun Facebooknya.

"Istimewa dia suruh Paspampresnya tidak ikut," kata dia dalam video siaran langsung di Facebooknya.

Dia pun mengapresiasi Presiden Jokowi yang menyapa warga kendati hujan deras tengah mengguyur lokasi.

"Ini asli sampai dia punya Paspamres jangan ikut, memang pemimpin terbaik," katanya.

Video blusukan Presiden Jokowi pun jadi viral di media sosial terutama Facebook milik Dechrie.

Jokowi saat berkunjung ke Sumba Tengah, NTT. (IG/Jokowi)
Jokowi saat berkunjung ke Sumba Tengah, NTT. (IG/Jokowi)

Hingga saat terakhir dilihat Indozone telah dibagikan 1,9 ribu kali dan menuai 1,7 ribu komentar netizen.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Info Seputar Presiden (@ispresiden)

Presiden Joko Widodo sebelumnya memerintahkan penambahan jumlah waduk dan embung di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengatasi masalah kebutuhan air.

"Saya sudah perintahkan dari Pak Menteri PU (Pekerjaan Umum) untuk dilihat kemungkinan dibangun waduk atau bendungan kemudian tambahan untuk embung dan juga sumur bor," kata Presiden Jokowi di lokasi "food estate" di Desa Makata Keri, Kecamatan Katiku Tana, Kabupaten Sumba Tengah, Selasa seperti yang dilansir Antara.

Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke NTT untuk meninjau area lumbung pangan padi di Sumba Tengah dan selanjutnya meninjau bendungan Napun Gete di kabupaten Sikka.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum provinsi NTT jumlah embung di NTT sebanyak 1.125 embung dari kebutuhan 4.000 embung untuk mengatasi kebutuhan air.

Selanjutnya Kementerian PUPR juga sedang merampungkan Bendungan Napun Gete dan Bendungan Temef setelah menyelesaikan pembangunan dua bendungan lain yaitu Raknamo dan Rotiklot.

"Problemnya adalah memang masih di seluruh NTT sama yaitu masalah air, memang kuncinya ada di air. Oleh sebab itu di sini tadi kita lihat sudah dibangun di 2015, di 2018 sumur bor yang masuk ke sawah, juga ada embung, termasuk embung besar juga sudah dibangun, tapi masih jauh dari cukup, masih kurang," tambah Presiden.

Selain penambahan embung dan bendungan Presiden juga meminta agar Kementerian Pertanian untuk membantu kekurangan alat mesin pertanian terutama traktor.

Presiden Jokowi saat terbang mau lakukan kunjungan ke NTT. (IG/Jokowi)
Presiden Jokowi saat terbang mau lakukan kunjungan ke NTT. (IG/Jokowi)

"Di sini memang di Kabupaten Sumba Tengah ini kita siapkan saat ini memang baru 5.000 hektare di mana yang 3.000 di tanam padi kemudian yang 2.000 hektare ditanam jagung, tapi ke depan akan diperluas lagi dengan keluasan 10.000 hektare yang nantinya dibagi 5.600 hektare untuk padi dan 4.400 hektare untuk jagung," jelas Presiden.

NTT dipilih menjadi lokasi "food estate" karena Presiden mengatakan 34 persen kemiskinan ada di NTT.

"Panen yang ada di Sumba Tengah ini masih setahun baru sekali yaitu padi dan kita ingin mengelola agar 1 tahun bisa 2 kali panen padi dan sekali panen jagung atau kedelai," ungkap Presiden.

Turut serta dalam peninjauan kunjungan kerja Presiden Jokowi tersebut antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan pejabat terkait lainnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US