Segelintir Polemik Penyelenggaraan Ajang Formula E di Kawasan Monas
Mobil Formula E (REUTERS/Rodrigo Garrido)
News

Segelintir Polemik Penyelenggaraan Ajang Formula E di Kawasan Monas

Sabtu, 15 Februari 2020 13:39 WIB 15 Februari 2020, 13:39 WIB

INDOZONE.ID - Penyelenggaraan ajang balap mobil internasional Formula E, di Kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya tampaknya pasti terjadi meski sempat ada simpang siur.

Kepastian penyelenggaran acara itu didapat setelah Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, pada akhirnya mengizinkan Pemerintah Provinsi DKI menggelar Formula E di area Monas.

Surat izin Formula E dengan Nomor B-3/KPPKKM/02/2020 yang ditandatangani oleh Menteri Sekretaris Negara/Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno, pada 7 Februari 2020 mengakhiri kesimpangsiuran informasi di publik.

Keluarnya surat izin itu tampaknya meredakan keraguan dari masyarakat bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk mempersiapkan kegiatan berskala internasional itu pada 6 Juni 2020.

Kini, berbagai macam sarana dan infrastruktur sedang gencar-gencarnya disiapkan. Semua orang yang terlibat dalam ajang ini tampak semangat menyiapkan persiapan dengan matang. Apalagi melihat kenyataan bahwa tak semua kota besar di dunia mendapatkan kesempatan untuk dijadikan lokasi Formula E.

Tak hanya itu, semangat menyambut Formula E ini juga dilandasi oleh kenyataan bahwa ini kali pertama bagi Indonesia, dipercaya sebagai lokasi ajang Formula E yang direncanakan setiap tahunnya hingga 2024.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan tampak serius menyiapkan penyelenggaraan acara itu dengan melakukan  pra-kegiatan (pre-event). Pra kegiatan balap mobil listrik ini sebenarnya sudah berlangsung setengah tahun yang lalu, tepatnya pada 20 September 2019.

anies
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (instagram/@aniesbaswedan)

"Lokasi peluncurannya di Monas. Hari ini saya pastikan bahwa Formula E akan digelar di Jakarta pada tanggal 6 Juni 2020," kata Anies saat pre event Formula E "Jakarta E Prix 2020" di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat siang (20/9/2019).

Monas dipilih sebagai lokasi Formula E karena dinilai sebagai ikon Kota DKI Jakarta yang sudah banyak dikenal orang.

Kontroversi

Namun rupanya, pemilihan Monas sebagai lokasi Formula E ini sempat memicu kontroversi. Monas dinilai sebagai lokasi cagar budaya yang dilindungi undang-undang (UU). Sehingga muncul kekhawatiran Monas akan rusak jika ajang balap diselenggarakan di tempat itu.

Karena masuk dalam kawasan cagar budaya, Monas tak bisa digunakan untuk melakukan kegiatan politik. Bahkan, pilkada, pemilu hingga pemilihan presiden tidak diselenggarakan di Monas.

Kawasan Monas dinilai sebagai ruang terbuka hijau (RTH), yang berperan dalam menyuplai oksigen alami bagi masyarakat. Monas juga menjadi lokasi bagi kegiatan yang bernuansa budaya dan wisata sejarah.

MOnas
Kawasan Monas yang sering jadi tempat warga berolahraga (instagram/@sugri_yani)

Tak hanya itu, kawasan Monas juga jadi habitat bagi beragam jenis burung dan rusa. Di tempat ini pula, banyak warga yang melakukan kegiatan olahraga. Melihat fungsi Monas inilah muncul kekhawatiran bahwa ajang Formula E dapat merusak keasrian cagar budaya di Kota Metropolitan tersebut.

Namun, di balik kontroversi ajang Formula E, ada secercah harapan bahwa acara ini dapat menggerakkan perekenomian DKI Jakarta. Apalagi ini bukan hanya sekadar event sport saja, tapi juga sport tourism.

"Jenis industri ini adalah yang paling atraktif sehingga kami harap dengan yakin bisa memberikan manfaat ekonomi lintas sektor," kata Anies.

Atas dasar itulah, untuk untuk menindaklanjuti peluncuran pre-event "Jakarta E Prix 2020" pada 20 September 2019, Anies mengajukan izin ke Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka pada 16 Desember 2019.

Namun, pengajuan itu berlangsung saat debat RAPBD DKI Jakarta 2020 belum juga menemukan titik terang dan belum usai. Beberapa anggota DPRD DKI bahkan menentang anggaran penanggulangan banjir dengan biaya penyelenggaraan balap Formula E.

Saat pembahasan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) serta RAPBD 2020, muncul tudingan bahwa Pemprov DKI memotong anggaran banjir untuk balap mobil itu. Tapi, Anies dengan tegas membantah pernyataan tersebut.

Perdebatan itu bahkan mempengaruhi opini publik dan sempat menimbulkan ketidakpastian penyelenggaraan balap Formula E. Apalagi waktu itu izin dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka belum terbit.

Bahkan sempat muncul informasi bahwa Komisi Pengarah tidak mengizinkan balap mobil diselenggarakan di Kawasan Monas, dengan alasan kawasan Monas adalah cagar budaya.

Kontroversi yang muncul terkait lokasi Formula E membuat Pemprov DKI mencari alternatif lain. Salah satunya kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan di Jalan Sudirman-Thamrin.

GBK
Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Namun, pada akhirnya Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka pada akhirnya mengizinkan Pemprov DKI menggelar Formula E di area Monas melalui surat Nomor B-3/KPPKKM/02/2020. Tapi, ada empat hal yang harus diperhatikan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk melaksanakan Formula E.

Pertama, dalam merencanakan konstruksi lintasan tribun penonton dan fasilitas lainnya harus dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, antara lain, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Kedua, menjaga keasrian, kelestarian vegetasi pepohonan dan kebersihan lingkungan di kawasan Medan Merdeka. Ketiga, menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar kawasan Medan Merdeka.

Keempat, melibatkan instansi terkait guna menghindari perubahan fungsi, kerusakan lingkungan dan kerusakan cagar budaya di Kawasan Medan Merdeka.

Rute Formula E

Usai mendapatkan izin untuk menyelenggarakan Formula E, Anies lalu membalas surat Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, Pratikno Nomor B-3/KPPKKM/02/2020 terkait lintasan Formula E di Kawasan Monas.

Dalam surat bernomor 61/-1.857.23 dan diterbitkan tanggal 11 Februari 2020, Pemprov DKI mengapresiasi persetujuan Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka, terkait izin penyelenggaraan Formula E di Kawasan Medan Merdeka.

Anies mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta mengenai penyelenggaraan Formula E di Monas. 

monas
Rute balap Formula E di Kawasan Monas, Jakarta, 6 Juni 2020 (ANTARA/HO/Penyelenggara Formula E)

Surat rekomendasi itu berisi permintaan agar Pemprov DKI menjaga fungsi, kelestarian lingkungan dan cagar budaya di Kawasan Medan Merdeka yang tertuang dalam surat Dinas Kebudayaan tanggal 20 Januari 2020 Nomor 93/-1.853.15 tentang Penyelenggaraan Formula E 2020.

"Penyelenggaraan akan melaksanakan dan menaati Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya sesuai dengan empat butir hal yang perlu diperhatikan sebagaimana dimuat dalam surat persetujuan dimaksud," kata Anies dalam surat Pemprov DKI tersebut.

Selain itu, Anies juga melampirkan rancangan awal rute Formula E sepanjang 2,6 kilometer dalam surat tersebut. Nantinya, Formula E ini akan melewati Jalan Medan Merdeka Selatan, area dalam Monas dan Kawasan Gambir.

Formula E akan dimulai dari depan depan Balai Kota DKI di Jalan Medan Merdeka Selatan (dari arah Gambir menuju Bundaran Patung Arjuna Wijaya), berputar kanan dan belok kiri ke Jalan Silang Monas Barat Daya.

Rute kemudian dilanjutkan dengan masuk ke Kawasan Monas, belok kiri ke sisi barat monumen lalu berputar balik kanan di kawasan Monas.

Setelah itu,  belok kiri ke sisi selatan monumen, belok kanan untuk keluar pagar Monas melalui Silang Tenggara Monas. Lalu berbelok ke kanan di depan Kedutaan Amerika Serikat untuk kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan (finish) di depan balai kota.

Sementara itu, terkait dengan rute Formula E, pengerjaan lintasan akan mulai dilaksanakan pada Februari 2020 ini. Penyelenggara juga telah berjanji bahwa mereka tak akan mengganggu eksistensi Monas sebagai cagar budaya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Putri
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU