The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terapkan Lockdown, Kasatgas Covid IDI Prof Zubairi: Tak Ada Kata Telat, Ketimbang Nanggung
Pasien menjalani perawatan di tenda darurat yang dijadikan ruang IGD di RSUD Bekasi. (Foto/Antara)
News

Terapkan Lockdown, Kasatgas Covid IDI Prof Zubairi: Tak Ada Kata Telat, Ketimbang Nanggung

Selasa, 29 Juni 2021 18:45 WIB 29 Juni 2021, 18:45 WIB

INDOZONE.ID - Tidak ada salahnya jika pemerintah menertapkan kebijakan lockdown guna mengatasi pandemi Covid-19 yang kian mengganas di tanah air dan sudah mencapai 2.156.465 kasus positif.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban membeberkan kebijakan serba nanggung penanganan Covid-19 di Indonesia saat ini telah menyeret dalam kubangan masalah hingga berbulan-bulan.

"Apakah menerapkan lockdown atau apapun namanya yang mewakili kedaruratan telat jika dilakukan sekarang? Tidak ada kata telat ketimbang setengah-setengah tapi kita terseret masalah sama berbulan-bulan--tanpa perbaikan," kata Zubairi Djoerban melalui akun Twitternya seperti yang dikutip Indozone, Selasa (29/6/2021).

Menurutnya, pemerintah saat ini memelukan kebijakan yang kongkret untuk mengatasi pandemi.

"Bagi saya, langkah konkret perlu dilakukan. Terima kasih," sebutnya.

Prof Zubairi Djoerban
Prof Zubairi Djoerban

Dia mencontohkan Australia yang sebelumnya memiliki nol kasus penularan Covid-19 di Sydney. Namun sejak muncul kasus varian Delta di ibu kota, mereka kudu melakukan lockdown selama 2 minggu.

"Contoh kasus. Seminggu lalu Kota Sidney memiliki nol kasus Covid-19. Tapi, saat ini mereka memberlakukan lockdown selama dua minggu karena ada 80 kasus muncul--saat Delta merajalela," sebutnya.

Katanya, varian Delda Covid-19 memiliki penularan hingga 100 persen di antara anggota keluarga di dalam satu rumah.

"Artinya, satu orang terinfeksi, maka satu keluarga itu kemungkinan besar juga terinfeksi. Delta memang hanya membutuhkan hitungan detik untuk menginfeksi," ujarnya.

Sementara itu total kasus positif virus corona (Covid-19) bertambah 20.467 pada hari ini, Selasa (29/6) telah mencapai 2.156.465 di Indonesia sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 oleh Presiden Joko Widodo.

Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19 pemerintah pusat, dari total kasus positif, sebanyak 1.869.606 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Pasien yang sembuh dari infeksi Covid-19 bertambah 9.645 dari hari sebelumnya.

Vaksinasi COVID-19 di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Banten
Vaksinasi COVID-19 di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Banten

Kemudian dari total kasus positif, sebanyak 58.024 meninggal dunia. Jumlah pasien yang meninggal dunia usai terinfeksi virus corona bertambah 463 dari hari ini.

Jumlah spesimen yang diperiksa ada sebanyak 143.957. Merujuk data Satgas Penanganan Covid-19, jumlah kasus aktif kini sebanyak 228.835 atau bertambah 10.359 dari hari sebelumnya.

Kasus positif virus corona di tanah air naik tajam beberapa pekan usai libur panjang Idulfitri lalu. Rumah sakit di berbagai daerah pun mulai mengalami peningkatan pasien dengan jumlah signifikan.

Jumlah kasus positif baru di tanah air sempat tembus rekor, yakni pada 27 Juni lalu dengan penambahan 21.342. Jumlah kasus baru itu merupakan tertinggi sejak virus corona mewabah di Indonesia pada awal Maret 2020.

Pemerintah telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ketat sejak 22 Juni lalu.

Aturan itu kemudian direvisi di antaranya dengan membatasi jam operasional mal sampai pukul 17.00 dan layanan pemesanan makanan di restoran hanya sampai pukul 20.00.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US