Jokowi Terkejut Ada Guru Bergaji Rp 300 Ribu/Bulan
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Jokowi Terkejut Ada Guru Bergaji Rp 300 Ribu/Bulan

Sabtu, 12 Januari 2019 09:57 WIB 12 Januari 2019, 09:57 WIB

Saat bertemu dengan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) di Istana Negara, Presiden Jokowi kaget saat seorang guru swasta mengungkapkan bahwa gaji guru ada yang hanya Rp 300 ribu - Rp 500 ribu per bulan.

\n\n

"Tadi saya dengar dari pak ketua bahwa masih ada yang gajinya Rp300, Rp400, Rp500 ribu. Di dalam hati saya tidak percaya, tetapi kalau yang ngomong pak ketua ya saya harus percaya bahwa memang masih ada," ujar Jokowi.

\n\n

Karena itu, Jokowi berjanji akan menyelesaikan sertifikasi guru swasta dan honorer untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Dia juga mengucapkan terima kasih atas pengabdian para guru dalam mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.

\n\n

Dalam kesempatan ini pula, salah seorang guru swasta dari Pemalang, yang bernama Megayanti, menuturkan bahwa sejak menjadi guru tahun 2009, dia hanya dibayar Rp 50 ribu bulan. Baru dalam tiga tahun terakhir gajinya naik menjadi Rp 150 ribu.

\n\n

"Tujuh tahun mengajar honor saya Rp50 ribu pak Presiden. Dan tiga tahun belakangan honor kami Rp150 ribu, alhamdulillah Pak Presiden," ujarnya.

\n\n

Dia juga menuturkan bahwa untuk mendapat sertifikasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) sangat sulit karena persyaratan yang memberatkan.

\n\n

Mulai dari usia maksimal 35 tahun, biaya sertifikasi menggunakan uang pribadi, ujian yang dilakukan secara online, serta harus memiliki Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

\n\n

Untuk itu, Jokowi akan membahas masalah ini bersama dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

\n\n

Mendikbud Muhadjir Effendy sendiri meminta sekolah berhenti merekrut guru honorer untuk sementara sampai masalah pengangkatan guru honorer menjadi P3K diselesaikan. Dia mengatakan tengah membangun sistem rekrutmen guru ddengan standar kualifikasi.

\n\n

"Oleh karena itu kami juga mengimbau sekolah jangan merekrut guru honorer lagi. Tolong beri saya kesempatan untuk menyelesaikan honorer yang sekarang ini," kata Muhadjir, Jumat (11/1).

\n
Indozone Media

,

Editor