The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Emak-emak yang Gunting Bendera Merah Putih Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp500 Juta
Tiga wanita ditetapkan sebagai tersangka pengguntingan bendera oleh Polres Sumedang. (Instagram Satreskrim Polres Sumedang)
News

3 Emak-emak yang Gunting Bendera Merah Putih Jadi Tersangka, Terancam Denda Rp500 Juta

Kamis, 17 September 2020 09:23 WIB 17 September 2020, 09:23 WIB

INDOZONE.ID - Hati-hatilah mengunggah sesuatu ke media sosial. Pesan itulah kiranya yang dapat dijadikan pelajaran dari kasus video pengguntingan bendera merah putih oleh emak-emak yang viral di media sosial.

Rabu (16/9/2020) malam, dari empat wanita yang diamankan karena terlibat dalam pengguntingan bendera dan penyebaran video itu,tiga di antaranya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka yang dijadikan tersangka adalah DYH (30 tahun), orang tua anak autis yang merekam video tersebut; Ppn (50 tahun), pembantu rumah tangga di rumah DYH; dan An (51), pembantu lainnya di rumah DYH. Saat ini, mereka ditahan di rumah tahanan Mapolres Sumedang.

Ketiga wanita itu dijerat dengan Pasal 66 Jo Pasal 24 huruf a Undang-Undang RI Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, yang merupakan jati diri bangsa dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia Jo Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUH Pidana atau Pasal 56 Ke 1 KUH Pidana.

Mereka terancam pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Sebelumnya, polisi menahan empat wanita. Selain tiga wanita yang sudah dijadikan tersangka, polisi juga sempat menahan ISR (36 tahun). Dari laporan polisi, ISR merupakan pelaku yang mengunggah video tersebut ke aplikasi TikTok.

Adapun DYH adalah pelaku yang merekam, Ppn adalah pelaku yang menggunting, sedangkan An adalah yang membantu memegangi bendera.

Mereka berempat diamankan setelah Unit Intel Kodim 0610/Sumedang melaksanakan pendalaman terhadap video berdurasi 35 detik itu.

Selain mengamankan empat wanita tersebut, Polres Sumedang juga menyita barang bukti berupa kain merah putih yang telah digunting, ponsel pintar yang dipakai untuk merekam, serta gunting.

Menurut hasil pemeriksaan, diketahui bahwa awalnya, DYH, seorang ibu yang memiliki anak autis berumur 5 tahun, konsultasi dengan guru les privat anaknya yang berinisial Yn, terkait kebiasaan anaknya yang tidak bisa melepaskan diri dari kain merah putih itu. Bahkan, tidur pun si anak harus ditemani bendera merah putih itu.

Oleh Yn, DYH diberi saran untuk memotong bendera tersebut ramai-ramai di hadapan si anak supaya si anak melupakan bendera tersebut. 

Kemudian pada Rabu, 15 September 2020, DYH, dibantu oleh dua pembantunya, Ppn dan An, lantas mengikuti saran dari guru les anaknya itu. Selama bendera itu digunting-gunting, DYH pun merekamnya sambil tertawa.

"Huuuu rusak huuu, ntar tahun depan beli lagi. Huuu sudah tidak musim lagi. Buang ke tempat sampah, buang," katanya saat merekam.

Setelah itu, video itu diunggah oleh ISR ke TikTok pada pukul 13.00 WIB dan dengan segera viral karena ditafsirkan sebagai pelecehan terhadap bendera negara.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US