The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tangis Berderai Saat Kremasi Massal Korban Meninggal Covid-19 di India yang Tinggi
Seorang wanita warga India menangisi kematian suaminya yang meninggal karena Covid-19. (REUTERS/Amit Dave).
News

Tangis Berderai Saat Kremasi Massal Korban Meninggal Covid-19 di India yang Tinggi

Penguburan massal. 

Jumat, 23 April 2021 16:53 WIB 23 April 2021, 16:53 WIB

INDOZONE.ID - India mencatat jumlah kasus harian Covid-19 tertinggi di dunia yakni 314.835 kasus pada Kamis (22/4), dengan gelombang kedua pandemi menghancurkan infrastruktur kesehatan yang lemah. Beberapa korban meninggal pun terpaksa dikremasi massal.

Warga Delhi Nitish Kumar terpaksa menyimpan jasad ibunya di rumah selama hampir dua hari sambil mencari ruang di krematorium kota tersebut, sebuah tanda banjir kematian di ibu kota India tempat kasus Covid-19 mengganas.

Pada Kamis Kumar mengkremasi ibunya, yang meninggal karena Covid-19, di tempat kremasi massal darurat di sebuah tempat parkir sebelah krematorium di Seemapuri, timur laut Delhi.

"Saya mencari ke sana-sini tetapi semua krematorium mempunyai berbagai alasan ... salah satunya kehabisan kayu," kata Kumar, dengan masker di wajahnya, seperti yang dikutip dari Reuters.

Baca Juga: Penggunaan Masker Menimbulkan Masalah Baru Bagi Lingkungan, Masyarakat Harus Bijak

Petugas membakar mayat korban meninggal Covid-19 di India.
Petugas membakar mayat korban meninggal Covid-19 di India. (REUTERS/Francis Mascarenhas).

Di Delhi saja, di mana rumah sakit mengalami krisis pasokan oksigen, lonjakan kasus harian COVID-19 mencapai 26.000.

Mereka yang kehilangan orang terkasih di ibu kota India, tempat 306 orang meninggal karena COVID-19 dalam sehari, beralih ke fasilitas darurat yang melakukan penguburan massal dan kremasi lantaran krematorium kewalahan.

Jitender Singh Shunty, penyedia layanan medis Shaheed Bhagat Singh Sewa Dal, mengatakan hingga Kamis malam 60 jasad telah dikremasi di fasilitas darurat di lapangan parkir dan 15 jasad lainnya masih menunggu.

"Tak seorang pun di Delhi pernah menyaksikan pemandangan demikian. Anak-anak yang berusia 5 tahun, 15 tahun, 25 tahun sedang dikremasi. Pengantin baru dikremasi. Berat untuk melihatnya," ungkap Shunty dengan mata berkaca-kaca.

Shunty, yang mengenakan alat pelindung dan sorban kuning cerah, mengatakan tahun lalu selama puncak gelombang pertama Covid-19 jumlah maksimal jasad yang ia bantu kremasinya adalah 18 jasad sehari, dengan rata-rata 8-10 per hari.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
M Fadli

M Fadli

Writer
JOIN US
JOIN US