The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pengakuan Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istrinya Dihina, Berikut Fakta-faktanya
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol E Zulpan. ANTARA/Darwin Fatir.
News

Pengakuan Pelaku Mutilasi di Bekasi, Sakit Hati Istrinya Dihina, Berikut Fakta-faktanya

Minggu, 28 November 2021 19:17 WIB 28 November 2021, 19:17 WIB

INDOZONE.ID - Tim gabungan yang terdiri dari Polres Metro Bekasi dan Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua tersangka kasus penemuan potongan tubuh manusia di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (27/11/2021).

Seperti yang diketahui, warga digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia di dalam kantong plastik yang terletak di depan sebuah warung di Kampung Kedung Waringin, Desa Kedung Gede, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu pagi (27/11/2021).

Adapun identitas korban mutilasi itu diketahui bernama Ridho Suhendra (28 tahun) yang berprofesi sebagai pengendara ojek online (ojol). 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, membenarkan penangkapan dua terduga pelaku. Ia mengatakan bahwa ada tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi tersebut.

"Diduga ada tiga orang. Ini masih kita dalami. Dua sudah tertangkap, satu lagi on progress," ujar Tubagus. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, kini polisi telah menetapkan kedua orang tersebut sebagai tersangka pembunuhan dan mutilasi Ridho. 

Melalui konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengungkap beberapa fakta baru mengenai pelaku pembunuhan. 

1. Motif pelaku karena sakit hati

Penemuan potongan tubuh manusia di Bekasi
Instagram/bekasi_24_jam

Kedua tersangka yang berhasil ditangkap diketahui berinisial MAP (29 tahun) dan FM (20 tahun). Adapun motif yang melatarbelakangi mereka melakukan pembunuhan dan mutilasi dikarenakan sakit hati.

Zulpan mengatakan, kedua pelaku sakit hati terhadap Ridho karena istri mereka pernah dihina dan dilecehkan.

"Pelaku FM sakit hati terhadap korban karena korban pernah menghina pelaku FM dan istri pelaku FM," kata Zulpan kepada wartawan, Minggu (28/11/2021).

"Selanjutnya pelaku MAP sakit hati dengan korban karena almarhum istri pelaku MAP pernah dicabuli oleh korban," sambung Zulpan.

Baca juga: Polda Metro Konfirmasi Soal Penemuan 10 Potongan Tubuh Manusia di Bekasi

2. Pelaku ajak Ridho pakai narkoba sebelum dimutilasi

Ridho Suhendra
Ridho Suhendra (Istimewa)

Polisi juga mengungkap awal mula pelaku memutilasi Ridho di Bekasi. Awalnya, Ridho berkelahi dengan FM di tempat penitipan motor di Tambun Selatan, Bekasi. MAP kemudian melerai keduanya dan mengajak Ridho memakai narkoba. 

Kepada polisi, MAP dan FM mengaku sengaja mengajak Ridho memakai narkoba agar ia tertidur. Setelahnya, mereka pun langsung membunuh Ridho dengan golok.

"Ketika korban tertidur kemudian para pelaku dengan perannya masing-masing bersama membunuh korban dengan cara digorok lehernya menggunakan sebilah golok," ujar Zulpan. 

Setelah membunuh, mereka pun memutilasi jenazah Ridho dan memasukkannya ke dalam kantong plastik yang dibuang di pinggir jalan. 

Kini polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap satu orang terduga tersangka lainnya. 

3. Pelaku terancam pidana seumur hidup

Kasus penemuan potongan tubuh manusia di Bekasi
Instagram/bekasi_24_jam

Dalam konferensi pers itu, polisi juga menambahkan kedua pelaku disangkakan dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup.

"Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP ancaman pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun," ujar Zulpan.

Dari penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa golok dan kayu balok yang digunakan MAP dan FM membunuh dan memutilasi Ridho.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Putri Octapia Saragih

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US