The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Guru yang Baik Hati Ini Rela Antarkan Pasien Covid-19 dengan Becaknya Secara Gratis
Guru yang baik hati. (Photo/India Times)
News

Guru yang Baik Hati Ini Rela Antarkan Pasien Covid-19 dengan Becaknya Secara Gratis

Rabu, 05 Mei 2021 20:59 WIB 05 Mei 2021, 20:59 WIB

INDOZONE.ID - Karena pandemi COVID-19 terus melanda India, banyak orang-orang baik terus bermunculan untuk membantu orang yang membutuhkan.

Seperti kisah seorang guru sekolah di Mumbai telah mengambil kesempatan itu untuk membantu pasien virus corona dengan memberikan layanan becak dari rumah sakit ke rumah dan sebaliknya secara gratis.

Guru bernama Dattatraya Sawant yang merupakan guru Bahasa Inggris itu mengemudikan becak sendiri dan memberikan tumpangan gratis kepada pasien COVID-19 sambil melakukan semua tindakan pencegahan seperti mengenakan PPE kit, sanitasi, dan lainnya.

seorang guru
(Photo/India Times)

Mengingat meningkatnya jumlah pasien virus korona di seluruh negara bagian, Sawant telah menyediakan layanan gratis di timur laut Mumbai selama beberapa hari terakhir. Bahkan kisahnya itu diunggah oleh pemain kriket India VVS Laxman, melalui unggahan Twitternya.

Baca juga: Mengerikan! Pria Ini Jual Anaknya Senilai Rp350 Juta untuk Jalan-jalan Bersama Istri Baru

"Dattatraya Sawant, seorang guru sekolah yang berprofesi dan paruh waktu pengemudi becak otomatis, memberikan tumpangan becak gratis kepada pasien COVID. Dia mengambil dan menurunkan pasien dari rumah sakit tanpa meminta bayaran kepada mereka. Angkat topi untuk inisiatif mulianya. Doakan agar kita segera mengatasi ini," tulisnya.

“Saya mengantarkan pasien corona ke Covid Care Center dan rumah sakit secara gratis, dan juga membawa pasien yang sudah keluar dari rumah sakit dan Covid Center ke rumah masing-masing,” kata Sawant kepada ANI, dikutip pada Rabu (5/5/2021).

Sejauh ini, dia telah menyediakan perjalanan gratis kepada 26 pasien COVID-19 dan karyanya dihargai di semua tingkatan.

“Untuk ini, saya pribadi mengambil semua tindakan pencegahan. Saat ini jumlah penderita korona semakin meningkat dengan pesat. Banyak dari mereka yang sekarat karena pengobatan yang tidak tepat waktu," ungkapnya.

"Dalam situasi seperti itu, apakah pasien miskin mendapatkan bantuan pemerintah tepat waktu atau tidak, ambulans pribadi tidak terjangkau. Dan seringkali kendaraan umum tidak memberikan layanan kepada pasien Covid. Dalam kasus seperti itu, layanan gratis saya akan tersedia untuk pasien,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

M. Rio Fani
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US