The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Penampakan Wanita Pengirim Sate Beracun di Sel Penjara, Pakai Daster Pendek di Atas Lutut
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate beracun di Bantul. (Instagram Manaberita)
News

Penampakan Wanita Pengirim Sate Beracun di Sel Penjara, Pakai Daster Pendek di Atas Lutut

Senin, 03 Mei 2021 15:35 WIB 03 Mei 2021, 15:35 WIB

INDOZONE.ID - Setelah menjadi tanda tanya selama sepekan terakhir, pengirim sate beracun yang menewaskan seorang bocah bernama Naba Faiz Prasetya (9 tahun) di Bantul akhirnya terungkap.

Dia adalah wanita asal Kabupaten Majalengka, Jawa Tengah, bernama Nani Aprilliani Nurjaman (25 tahun).

Setelah dipaparkan oleh Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kini beredar foto Nani berada di dalam sel.

Pada fotonya itu, ia mengenakan daster warna kuning pendek, yang panjangnya di atas lutut. Tangannya tidak diborgol di situ.

Pada foto-fotonya yang lain yang beredar, sosoknya tampak berbeda dari penampilannya saat dihadirkan oleh Polda DIY di hadapan wartawan. Masker yang dipakainya membuat wajahnya tak terlihat jelas.

Pada foto pertama, terlihat bagaimana ia sedang memegang sejumlah tusuk sate kacang, sambil tersenyum ke arah kamera. Di situ ia memakai kaus kuning.

ist
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate beracun di Bantul. (Instagram Manaberita)

Pada fotonya yang lain, ia terlihat berpose dengan tangan bersidekap di bawah dada, mengenakan kaus biru lengan panjang. Pada foto yang lain lagi, ia tersenyum ke arah kamera, memakai kaos pink.

Pada fotonya yang lain, ia terlihat berpose dengan tangan bersidekap di bawah dada, mengenakan kaus biru lengan panjang. Pada foto yang lain lagi, ia tersenyum ke arah kamera, memakai kaos pink.

IST
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate sianida di Bantul. (Instagram Manaberita)

Seperti dikabarkan sebelumnya, Nani mengirimkan sate beracun tersebut kepada Aiptu Tomi, karena sakit hati tak jadi dinikahi. Faktanya, Aiptu Tomi memilih menikah dengan perempuan lain.

Saat itu, NA menggunakan jasa Bandiman, seorang driver ojol, tanpa memesan lewat aplikasi. 

Setelah disepakati, Bandiman meminta ongkos Rp25 ribu, namun wanita itu membayar Rp30 ribu. 

ist
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate sianida di Bantul. (Instagram Manaberita)

Kepada Bandiman, Nani berpesan bahwa lontong sate itu dikirim oleh seseorang bernama Pak Hamid.

"Bilang paket ini dari Pak Hamid nggih, Mas," ujar perempuan itu kepada Bandiman sembari menyerahkan ongkos kirim.

Saat itu, Bandiman sama sekali tidak merasa curiga. Ia menerima begitu saja permintaan dari perempuan tersebut dan mengantarkan paket itu ke alamat tujuan, yakni di Perumahan Bukit Asri Nomor FF01, Padukuhan Sembungan, Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan, Bantul.

ist
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate sianida di Bantul. (Instagram Manaberita)

Ketika sampai di alamat tujuan, Bandiman tidak menemukan warga yang bernama Tomi. Ia kemudian menelepon Tomi, dan Tomi memberitahu bahwa ia sedang di luar kota dan meminta paket itu dikomunikasikan dengan istrinya yang ada di rumah.

Namun, istri Tomi menolak paket lontong sate tersebut karena merasa tidak kenal dengan orang yang bernama Pak Hamid.

"Yowis buat mas mawon, buat buka puoso," ujar wanita itu.

Di rumah, Bandiman langsung membuka lontong sate itu. Ia dan anak pertamanya pun sempat menyantap dua tusuk sate itu tanpa bumbunya, dan mereka tidak apa-apa. 

Namun nahas, anaknya yang kecil, yakni Naba Faiz Prasetya, langsung keracunan begitu menyantap lontong sate itu dengan bumbunya.

Sempat dilarikan ke rumah sakit, bocah itu pun meninggal dunia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US